Highlight Berita Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Mainkan Neymar saat Brasil Kalahkan Skotlandia:
Headline.co.id, Miami ~ Timnas Brasil menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia di Stadion Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Namun, selain hasil pertandingan, perhatian publik tertuju pada keputusan Carlo Ancelotti memainkan Neymar yang kembali membela Selecao setelah hampir tiga tahun absen akibat cedera panjang. Kembalinya sang bintang menjadi momen emosional sekaligus sinyal positif bagi Brasil menjelang fase gugur turnamen.
Carlo Ancelotti menegaskan bahwa Neymar layak mendapatkan kesempatan tampil karena kerja keras yang ditunjukkannya selama proses pemulihan. Pelatih asal Italia itu menilai kondisi fisik Neymar telah membaik dan siap memberikan kontribusi bagi tim nasional.
Pada laga tersebut, Carlo Ancelotti memasukkan Neymar pada menit ke-76 untuk menggantikan Matheus Cunha. Kehadiran pemain berusia 34 tahun itu langsung disambut sorak sorai ribuan suporter Brasil yang memadati stadion di Miami.
Meski hanya bermain sekitar 14 menit dan belum mencatatkan gol maupun assist, Neymar mampu menunjukkan kualitasnya melalui sejumlah sentuhan, umpan terobosan, serta keterlibatan dalam skema serangan Brasil hingga pertandingan berakhir.
Ancelotti Sebut Neymar Pantas Mendapat Kesempatan
Usai pertandingan, Carlo Ancelotti menjelaskan alasan di balik keputusannya memberikan menit bermain kepada Neymar pada laga terakhir Grup C.
“Dia mendapatkan kesempatan bermain karena memang pantas mendapatkannya. Dia bekerja sangat keras untuk pulih,” kata Ancelotti dalam konferensi pers.
Menurut mantan pelatih Real Madrid, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Bayern Muenchen tersebut, Neymar telah menunjukkan perkembangan signifikan selama menjalani latihan bersama tim nasional Brasil.
“Saya senang dengan kembalinya Neymar. Keterampilannya yang luar biasa akan menjadi aset besar bagi tim,” ujar Ancelotti.
Ia juga memastikan kondisi fisik Neymar berada dalam tahap yang sangat baik setelah melewati masa pemulihan panjang akibat cedera lutut serius yang dialaminya pada 2023.
“Kondisi fisiknya sangat baik. Dia menjalani latihan tim dengan baik,” lanjutnya.
Comeback Neymar Setelah Hampir Tiga Tahun Absen
Laga melawan Skotlandia menjadi penampilan pertama Neymar bersama Timnas Brasil sejak Oktober 2023. Saat itu, ia mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang membuatnya harus menjalani operasi dan absen dalam waktu yang sangat lama.
Total, Neymar menepi selama sekitar 980 hari dari tim nasional Brasil. Karena itu, kembalinya pemain yang kini memperkuat Santos tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan Selecao di Piala Dunia 2026.
Masuk sebagai false nine menggantikan Cunha, Neymar langsung terlibat dalam beberapa kombinasi serangan dan dipercaya mengeksekusi sejumlah bola mati, termasuk tendangan bebas.
Ancelotti meyakini pengalaman dan kreativitas Neymar masih sangat dibutuhkan Brasil dalam menghadapi pertandingan-pertandingan krusial di fase gugur.
“Saya pikir di Piala Dunia ini, dengan kualitas yang dia miliki, dia bisa membantu tim. Dia hanya bermain beberapa menit, tetapi dia bermain dengan baik,” kata Ancelotti.
Ancelotti Nilai Gairah Neymar Tak Berubah
Meski telah berusia 34 tahun, Carlo Ancelotti menilai semangat Neymar untuk membela Brasil tetap sama seperti ketika masih muda.
Menurutnya, pemain dengan pengalaman besar seperti Neymar tidak membutuhkan motivasi tambahan untuk tampil maksimal bersama tim nasional.
“Neymar tidak membutuhkan motivasi untuk bermain. Tidak ada pemain yang membutuhkan motivasi untuk mengenakan jersey Brasil,” ujar Ancelotti.
“Dia berusia 34 tahun dan masih memiliki gairah yang sama seperti anak muda,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keraguan sebagian publik Brasil yang sebelumnya mempertanyakan keputusan Ancelotti membawa Neymar ke Piala Dunia 2026 setelah pemulihan cedera panjang.
Brasil Melaju ke Babak Gugur sebagai Juara Grup
Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil lolos ke fase gugur dengan status juara Grup C. Selecao mengoleksi tujuh poin dan unggul selisih gol atas Maroko yang menempati posisi kedua klasemen.
Selain comeback Neymar, kemenangan ini juga ditandai penampilan gemilang Vinicius Junior yang mencetak dua gol dan kembali terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.
Ancelotti pun mengaku puas melihat perkembangan performa timnya menjelang fase knockout.
“Ini memuaskan karena saya tidak ragu bagaimana dia bisa sampai ke Piala Dunia ini. Baginya, suatu kehormatan untuk bermain dengan tim nasional,” kata Ancelotti saat menanggapi penampilan Vinicius Junior.
Dengan Neymar kembali tersedia dan Vinicius Junior tampil tajam, Brasil kini memiliki lebih banyak opsi di lini serang untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026.























