Headline.co.id, Dedi Kusnandar ~ gelandang andalan PERSIB Bandung, telah menorehkan catatan istimewa dalam delapan edisi Piala Presiden. Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada tahun 2015, Dedi, yang akrab disapa Dado, telah menjadi saksi perubahan dan perkembangan tim Pangeran Biru. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil tampil dalam 23 pertandingan dan membawa pulang tiga medali dengan warna berbeda dari tiga final yang diikutinya.
Pada edisi perdana tahun 2015, Dado menjadi bagian dari skuad PERSIB yang sukses meraih medali emas setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 18 Oktober 2015. Dua tahun kemudian, pada Piala Presiden 2017, Dedi dan rekan-rekannya harus puas dengan medali perunggu setelah menempati posisi ketiga.
Perjalanan Dedi di Piala Presiden berlanjut hingga edisi 2026, di mana PERSIB kembali mencapai partai puncak. Setelah melalui fase grup dengan hasil sempurna dan menyingkirkan Persija Jakarta di semifinal, PERSIB harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya melalui adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026. Hasil ini membuat Dedi dan timnya meraih medali perak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tiga final dengan tiga medali berbeda menjadi bagian dari perjalanan panjang Dedi bersama Piala Presiden. “Ini adalah perjalanan yang penuh dengan cerita dan pelajaran,” ujar Dado pada Senin, 10 Agustus 2026. Konsistensi Dedi dalam delapan edisi ini menunjukkan bagaimana kariernya berjalan seiring dengan sejarah turnamen yang telah menjadi bagian penting dari kalender sepak bola Indonesia.
Kini, setelah delapan edisi, Dedi berharap pengalaman panjangnya bersama PERSIB dapat menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan berikutnya. “Saya berharap ini bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga menjadi bahan bakar untuk terus memberikan yang terbaik,” pungkasnya.



















