Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang memperkuat ekosistem inovasi kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai program pengembangan talenta digital dan pusat kolaborasi inovasi. Pernyataan ini disampaikan Meutya saat menghadiri acara AI Ready! ASEAN Youth Challenge (AIRAYC) di Singapura pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam acara tersebut, terlihat bahwa minat generasi muda Indonesia terhadap pengembangan AI sangat tinggi. “Sebanyak 300 dari total 600 karya yang masuk berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan antusiasme generasi muda Indonesia terhadap AI sangat besar,” ujar Meutya.
Meutya menekankan bahwa tingginya partisipasi tersebut perlu didukung dengan penguatan ekosistem inovasi agar talenta muda dapat berkembang dan menghasilkan solusi berbasis AI yang bermanfaat bagi masyarakat. “Intinya adalah innovation hub atau pusat inovasi yang mewadahi talenta-talenta ini. Karena kalau talenta ini tidak kita bantu bertemu dengan produsen teknologi besar dunia, mereka akan sulit berkembang. Mereka harus masuk ke ekosistem yang lebih besar, termasuk akses permodalan dan pendampingan dari pelaku industri yang sudah lebih dulu bergerak di bidang ini,” jelas Meutya Hafid.
Pemerintah telah menjalankan sejumlah program seperti Digital Scholarship dan Geruda Spark sebagai wadah kolaborasi terbuka bagi pengembangan talenta digital di berbagai kota di Indonesia. Dalam kompetisi AI Ready! ASEAN Youth Challenge, salah satu karya dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menjadi pemenang melalui aplikasi manajemen bencana berbasis AI bernama NOAH AI. Aplikasi ini mampu memprediksi dan memverifikasi kejadian banjir serta mengirimkan peringatan otomatis kepada pengguna.
Pemerintah berharap penguatan ekosistem AI nasional dapat mempercepat lahirnya inovasi digital karya anak bangsa sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.



















