Headline.co.id, Banjarbaru ~ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru menyiapkan perlengkapan medis, obat-obatan, rumah oksigen, dan posko kesehatan untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan itu ditujukan bagi masyarakat, petugas, relawan, dan tenaga kesehatan yang menghadapi gangguan kesehatan akibat kabut asap di Banjarbaru. Hingga Jumat (6/11/2026), penanganan tersebut didanai Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp1.272.106.500 melalui pengadaan kebutuhan medis dan pembiayaan operasional layanan kesehatan. Dinkes menjalankan dukungan itu dengan menempatkan perlengkapan serta tenaga kesehatan di Public Safety Center (PSC), puskesmas, rumah oksigen, dan posko kesehatan.
Anggaran Banpres Dibagi untuk Dua Subkegiatan
Anggaran Banpres tersebut dialokasikan melalui dua subkegiatan. Sebesar Rp927.806.500 digunakan untuk pengadaan obat-obatan, bahan habis pakai, bahan medis habis pakai, vaksin, serta makanan dan minuman di fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Rp344.300.000 dialokasikan untuk penyediaan dan pengelolaan Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari anggaran tersebut, Dinkes Banjarbaru menyediakan empat set tabung oksigen lengkap dengan regulator dan troli, empat unit tandu atau scoop stretcher, empat unit regulator oksigen tambahan, serta satu unit nebulizer kompresor.
Perlengkapan lain yang tersedia meliputi 2.000 unit Oxycan, 1.000 masker N95, 3.527 masker medis, 150 unit kanula nasal oksigen, dan 600 unit kanula nasal oksigen tambahan.
Untuk mendukung penanganan gangguan pernapasan, Dinkes juga menyediakan 50 masker nebulizer anak, 250 masker nebulizer dewasa, serta 150 unit obat Ventolin Nebules 2,5 mg yang digunakan dalam terapi nebulizer.
Berbagai perlengkapan itu didistribusikan dan disiapkan untuk pelayanan di PSC, puskesmas, posko kesehatan, serta fasilitas penanganan darurat lainnya.
Rumah Oksigen Beroperasi 24 Jam
Selain pengadaan perlengkapan medis, anggaran Banpres digunakan untuk mendukung operasional rumah oksigen PSC Kota Banjarbaru selama 24 jam dan rumah oksigen di Puskesmas Cempaka.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Banjarbaru, Maulidah, mengatakan dukungan anggaran tersebut juga mencakup penyediaan fasilitas penunjang medis bagi posko kesehatan, tenaga kesehatan, relawan, dan ambulans kecamatan.
“Terdapat dukungan alokasi anggaran dan pembiayaan operasional yang bersumber dari dukungan tersebut, termasuk untuk rumah oksigen di PSC dan Cempaka. Posko Kesehatan ring satu serta honor/transport operasional petugas kesehatan dan relawan di lapangan yang didukung melalui mekanisme surat tugas,” ujarnya.
Dinkes Banjarbaru turut mengoperasikan posko kesehatan di kawasan Pengayuan dan Guntung Damar. Posko tersebut memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak karhutla.
Pelayanan lapangan diperkuat dengan penugasan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan, memberikan penyuluhan, dan membagikan masker kepada masyarakat. Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, sebanyak 229 tenaga kesehatan tercatat terlibat dalam dukungan penanganan karhutla.
Rekapitulasi Bantuan Disiapkan
Maulidah mengatakan Dinkes Banjarbaru telah menyiapkan rekapitulasi bantuan dan realisasi penggunaan anggaran secara terperinci sebagai bagian dari pertanggungjawaban kegiatan.
“Rincian data lengkapnya dalam format laporan digital (Excel) untuk memastikan tertib administrasi dan akuntabilitas keuangan,” katanya.
Pengelolaan anggaran Banpres dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Pengadaan perlengkapan, pendistribusian bantuan, serta pembiayaan operasional dilaksanakan berdasarkan kebutuhan penanganan karhutla dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Dinkes Banjarbaru menyatakan berbagai dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan medis masyarakat dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Langkah itu juga ditujukan untuk memastikan bantuan pemerintah digunakan secara tepat sasaran, khususnya dalam melindungi masyarakat dan petugas dari dampak kabut asap akibat karhutla.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















