Headline.co.id, Gayo Lues ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memulihkan akses pada sejumlah jalan nasional yang terdampak longsor dan pohon tumbang di Aceh dan Sumatra Utara. Penanganan dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Utara pada sejumlah titik di Kabupaten Gayo Lues, Karo, dan Dairi. Akses dipulihkan dengan pengerahan alat berat, pembersihan material longsor, serta penanganan darurat untuk menjaga konektivitas, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat. Langkah tersebut dilakukan setelah hujan berintensitas tinggi memicu longsor yang menutup badan jalan dan sempat melumpuhkan lalu lintas di beberapa lokasi.
Jalan Nasional di Gayo Lues Kembali Fungsional
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan infrastruktur terdampak bencana menjadi prioritas agar akses masyarakat tetap terlayani. Menurut dia, keberadaan jalan dan jembatan berperan penting dalam mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, serta pemulihan ekonomi masyarakat.
“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin,” kata Menteri Dody dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir pada Jumat (6/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Kabupaten Gayo Lues, longsor terjadi pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa itu dipicu hujan berintensitas tinggi dan berdampak pada jalan nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Material longsor dan pohon tumbang menutup badan jalan di tiga titik, yakni Desa Gumpang Pekan, Meloak, dan Singah Mule, Kecamatan Puteri Betung. Material menutupi badan jalan sepanjang sekitar 10–15 meter.
Kementerian PU melalui BPJN Aceh mengerahkan tiga unit alat berat untuk membersihkan material di ketiga lokasi tersebut. Peralatan yang digunakan terdiri atas dua ekskavator dan satu backhoe loader. Setelah penanganan dilakukan, ruas jalan itu kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan.
Penanganan Longsor di Kabupaten Karo
Di Sumatra Utara, penanganan jalan nasional dilakukan pada ruas Lawe Pakam (Batas Provinsi Aceh)–Kutabuluh di Kabupaten Karo. Longsor yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) menimbun seluruh badan jalan sehingga akses lalu lintas sempat lumpuh total.
Penanganan juga dilakukan pada tiga titik longsor lainnya di ruas Kutacane–Batas Kabanjahe–Kutabuluh. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BBPJN Sumatra Utara mengerahkan tim tanggap darurat untuk membersihkan material longsor dan pohon tumbang.
Petugas menggunakan satu unit backhoe loader, satu unit truk jungkit atau dump truck, dan satu unit gergaji mesin atau chainsaw. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka kembali akses serta melanjutkan pembersihan di lokasi terdampak.
Kepala BBPJN Sumatra Utara Hardy Siahaan mengatakan, lalu lintas pada ruas terdampak sudah dapat dilalui kembali kurang dari 12 jam setelah kejadian. Namun, pembersihan dan penanganan sementara tetap dilanjutkan untuk memastikan kondisi jalan berfungsi dengan baik.
“Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 12:00 WIB, lalu lintas sudah dapat dilalui sembari penanganan dan pembersihan tetap dilaksanakan,” ujar Hardy.
Dua Titik Longsor Ditangani di Dairi
Selain Kabupaten Karo, Kementerian PU menangani dua titik longsor atau jalan ambles di Kabupaten Dairi. Lokasi tersebut berada pada ruas jalan nasional Medan–Kutacane, tepatnya di Dusun Butar, Desa Balandua, Kecamatan Tanah Pinem.
Penanganan di lokasi dilakukan secara darurat dengan memasang garis polisi atau police line, karung pasir atau sandbag, serta material timbunan pada area longsoran. Langkah itu dilakukan untuk menangani kondisi jalan yang terdampak sekaligus menjaga agar akses tetap dapat ditangani.
Kementerian PU terus memantau titik-titik rawan longsor dan mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan jalan nasional, terutama di wilayah dengan risiko bencana tinggi.
Penanganan di Aceh dan Sumatra Utara diarahkan untuk mempertahankan konektivitas antarwilayah, memastikan kelancaran distribusi logistik, serta mendukung aktivitas masyarakat. Ruas-ruas yang sebelumnya tertutup material longsor ditangani melalui pembersihan dan pengerahan peralatan sesuai kondisi di masing-masing lokasi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















