Headline.co.id, Yogyakarta ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai tetap menjaga ketertiban saat mengikuti aksi demonstrasi di Yogyakarta. Pernyataan Sultan HB X Yogyakarta tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap kericuhan yang sempat terjadi seusai aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro, Kota Jogja. Saat ditemui wartawan seusai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD DIY, Jumat (30/10/2026) sore, Sultan justru mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa karena telah menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian penting dalam demokrasi, selama tidak disertai tindakan kekerasan maupun perusakan fasilitas umum.
Apresiasi Sultan HB X Yogyakarta kepada mahasiswa menjadi perhatian tersendiri ketika kericuhan demonstrasi masih menjadi pembahasan. Alih-alih menyalahkan seluruh peserta aksi, Sultan menekankan pentingnya membedakan kegiatan penyampaian aspirasi dengan tindakan kekerasan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.
Sultan HB X Yogyakarta menyatakan bahwa masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi. Menurutnya, kegiatan tersebut diperlukan dalam kehidupan demokrasi, tetapi seluruh pihak harus tetap mengedepankan ketertiban.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Untuk demokrasi, untuk membangun demokrasi kan perlu, ya, untuk demo. Tapi imbauan jangan berbuat kekerasan. Saya terima kasih sekali sama mahasiswa karena tetap aman pada waktu dia pergi demo,” ujar Sultan.
Sultan HB X Apresiasi Mahasiswa yang Demonstrasi dengan Tertib
Pernyataan Sultan menunjukkan bahwa aksi demonstrasi tidak selalu harus dipandang dari sisi kericuhan yang terjadi. Ia memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang tetap menjaga keamanan selama menyampaikan aspirasi.
Sultan menilai demonstrasi memiliki tempat dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, masyarakat tetap dapat menggunakan ruang tersebut untuk menyampaikan pandangan maupun tuntutan kepada pihak terkait.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan setelah aksi demonstrasi sebelumnya di Yogyakarta sempat diwarnai kericuhan hingga menyebabkan kerusakan fasilitas umum.
Meski demikian, Sultan tidak menyebut mahasiswa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kericuhan tersebut.
Ketika dimintai tanggapan mengenai pihak-pihak yang terlibat, Sultan justru mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas mereka.
Di tengah perhatian publik terhadap kericuhan demonstrasi di kawasan Malioboro, Sultan memilih berhati-hati dalam memberikan penilaian mengenai pihak yang terlibat.
Ia tidak bersedia menunjuk kelompok tertentu tanpa memiliki informasi yang jelas mengenai identitas maupun keterlibatan mereka.
Menurutnya, kepolisian merupakan pihak yang lebih mengetahui kondisi di lapangan dan memiliki kewenangan melakukan penelusuran.
“Ya saya enggak tahu persis. Itu yang datang siapa, kan gitu. Tapi tidak mau menunjuk karena saya tidak tahu, lebih tahu polisi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Sultan belum memberikan kesimpulan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kericuhan setelah demonstrasi.
Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian daripada memberikan tudingan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ingatkan Pentingnya Pemberitahuan Demonstrasi kepada Polisi
Selain mengapresiasi mahasiswa, Sultan turut mengingatkan penyelenggara aksi agar menyampaikan pemberitahuan rencana demonstrasi kepada kepolisian.
Menurutnya, pemberitahuan tersebut penting agar aparat dapat mengetahui rencana kegiatan dan menyiapkan langkah pengamanan apabila diperlukan.
Hal ini juga menjadi perhatian Sultan ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya demonstrasi susulan di wilayah Yogyakarta.
“Nanti kan mengajukan pemberitahuan. Kalau ada demonstrasi kan ke polisi. Kalau enggak ya enggak. Ya lebih tahu polisi daripada kita,” katanya.
Sultan juga menyinggung kemungkinan tidak adanya pemberitahuan kepada kepolisian dalam kegiatan sebelumnya yang berujung kericuhan.
Ia menduga informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan kepada sejumlah institusi, tetapi tidak kepada kepolisian.
“Ya saya harap tidak terjadi lagi seperti itu, ya. Karena mungkin yang terakhir itu tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian, tapi yang diberitahukan ke institusi-institusi itu,” jelasnya.
Meski demikian, Sultan menyampaikan hal tersebut sebagai dugaan, bukan kesimpulan mengenai penyebab kericuhan.
Sultan Minta Pelaku Perusakan Diproses Hukum
Di sisi lain, Sultan tetap menunjukkan sikap tegas terhadap tindakan perusakan fasilitas umum yang terjadi dalam kericuhan demonstrasi di Malioboro.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Gedhong Wilis, Kota Yogyakarta, Sultan menyatakan bahwa pihak yang terbukti melakukan perusakan harus menghadapi proses hukum.
“Ya proses pengadilan saja kalau memang ada yang ketangkap,” ujar Sultan.
Ia juga menyoroti dugaan adanya oknum organisasi kemasyarakatan yang membawa senjata tajam saat berlangsungnya aksi.
Menurut Sultan, penggunaan benda keras maupun senjata tajam dalam kerumunan berpotensi membahayakan keselamatan orang lain.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa tindakan melempar batu dapat mengakibatkan seseorang mengalami cedera.
“Wong lempar batu saja bisa membuat orang lain sakit kok, kan gitu. Yang paling penting itu tindakan kekerasan jangan sampai terjadi dalam aksi,” jelas Sultan.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa dukungan Sultan terhadap kebebasan berdemonstrasi tidak berarti membenarkan tindakan kekerasan ataupun perusakan fasilitas umum.
Berharap Demonstrasi di Jogja Tak Lagi Berujung Ricuh
Menanggapi kerusakan fasilitas umum akibat kericuhan sebelumnya, Sultan menyebut pembersihan dapat dilakukan oleh pihak pengelola fasilitas yang terdampak.
Namun, ia menekankan bahwa harapan utamanya bukan sekadar memperbaiki atau membersihkan fasilitas yang mengalami kerusakan, melainkan mencegah peristiwa serupa terulang.
“Ya enggak apa-apa, maksudnya kan bisa dibersihkan sama yang punya. Tapi ya harapan saya itu tidak terjadi lagi,” pungkas Sultan.
Apresiasi kepada mahasiswa dan peringatan terhadap tindakan kekerasan menjadi dua pesan penting yang disampaikan Sultan setelah kericuhan demonstrasi di Yogyakarta.
Di satu sisi, Sultan mengakui demonstrasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dan menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang menjaga ketertiban.
Di sisi lain, ia meminta agar tindakan perusakan diproses melalui jalur hukum serta mengingatkan penyelenggara aksi untuk melakukan pemberitahuan kepada kepolisian.
Sultan berharap masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengorbankan keselamatan orang lain maupun merusak fasilitas umum yang digunakan bersama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















