Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2026. Forum ini membahas pengelolaan dana haji berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global, pasar keuangan, kenaikan biaya penyelenggaraan haji, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, keuangan, dan pengelolaan haji untuk memperkuat tata kelola, investasi bertanggung jawab, serta sinergi antarlembaga. BPKH juga menghadirkan talkshow “GEN Z NAIK HAJI” untuk mendorong generasi muda mempersiapkan ibadah haji melalui perencanaan keuangan dan kesehatan sejak dini.
IHFF 2026 mengangkat tema “Pengelolaan Dana Haji Berkelanjutan Melalui Sinergi Strategis dan Transformasi Digital”. Tema tersebut mencerminkan kebutuhan untuk memastikan manfaat dana haji tidak hanya dirasakan jamaah yang berangkat saat ini, tetapi juga tetap tersedia bagi calon jamaah pada masa mendatang.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan forum tersebut dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan dalam pengelolaan dana haji.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Forum ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan pengelolaan dana haji, mulai dari penutupan ekonomi global, dinamika pasar keuangan, peningkatan biaya penyelenggaraan haji, hingga tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas,” kata Fadlul dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (15/10/2026).
Menurut Fadlul, perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, pengawasan, manajemen risiko, dan efisiensi pengelolaan dana.
“Dana kelolaan BPKH per September 2026 kini sebesar Rp185,73 triliun. Besarnya dana yang dikelola tersebut menuntut strategi pengelolaan yang cermat, dengan menyeimbangkan kebutuhan likuiditas, prinsip kehati-hatian, pemenuhan syariah, dan optimalisasi nilai manfaat,” ujarnya.
Dana Haji dan Tanggung Jawab Antargenerasi
BPKH mendorong pandangan bahwa pengelolaan dana haji merupakan tanggung jawab antargenerasi. Karena itu, pengelolaan dana perlu ditopang tata kelola yang kuat, strategi investasi yang bijaksana, manajemen risiko yang memadai, serta pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Pengelolaan dana haji juga harus menjaga keseimbangan manfaat bagi jamaah yang berangkat saat ini dan keberlanjutan dana bagi calon jamaah pada masa depan.
Agenda IHFF 2026 mencakup pembahasan mengenai Kampung Haji Indonesia, pembangunan ekosistem keuangan haji yang berkelanjutan, serta penguatan tata kelola haji global melalui kemitraan strategis dan inovasi digital.
Sejumlah tokoh dijadwalkan menyampaikan paparan utama, yakni Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas dengan topik Kampung Haji Indonesia, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy dalam sesi diskusi.
Panel diskusi menghadirkan Fadlul Imansyah, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Sugiri Suparwan, Kepala Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) Amb Ismail Abba Yusuf, dan CEO ISRA Consulting Mohamed Eskandar Shah Mohd Rasidi.
Pembahasan panel meliputi tata kelola dan investasi dana haji, penguatan sinergi Indonesia-Arab Saudi, potensi ekonomi dalam ekosistem haji, serta peluang investasi dan pengembangan infrastruktur di Makkah.
Persiapan Haji untuk Generasi Muda
Selain forum internasional, BPKH menyelenggarakan talkshow “GEN Z NAIK HAJI” pada hari yang sama. Program ini ditujukan kepada generasi Z, milenial, dan masyarakat luas untuk memperkenalkan pentingnya memulai persiapan ibadah haji jauh sebelum waktu keberangkatan.
Materi yang diangkat mencakup perencanaan keuangan, pembentukan kebiasaan menabung, pemahaman terhadap pengelolaan dana, serta pemeliharaan kesehatan fisik. BPKH mendorong generasi muda menjadikan ibadah haji sebagai tujuan hidup yang dipersiapkan secara terencana, realistis, dan berkelanjutan.
Talkshow tersebut menghadirkan Fadlul Imansyah, dokter sekaligus penulis dr Gia Pratama, musisi Arda Hatna, serta penyanyi dan influencer Tantri Kotak. Diskusi dipandu Inayah Wahid, aktivis dan seniman.
Para narasumber diharapkan menyampaikan perspektif mengenai niat beribadah, kesiapan diri, kebiasaan finansial, dan pentingnya merencanakan masa depan sejak usia produktif. Penyajian yang dekat dengan keseharian anak muda ditujukan agar pembahasan perencanaan haji lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Penguatan Ekosistem Haji Berkelanjutan
IHFF 2026 dan talkshow “GEN Z NAIK HAJI” menempatkan pengelolaan haji sebagai isu yang mencakup aspek kelembagaan, keuangan, literasi, dan kesiapan jamaah. Keberlanjutan dana haji membutuhkan tata kelola dan investasi yang bertanggung jawab, sedangkan kesiapan jamaah perlu dibangun melalui perencanaan serta literasi sejak dini.
Ekosistem haji dan umrah melibatkan berbagai sektor, lain jasa keuangan syariah, teknologi, infrastruktur, transportasi, perhotelan, layanan kesehatan, dan industri halal. Sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengembangkan ekosistem yang produktif dengan tetap memperhatikan kehati-hatian, kepatuhan syariah, transparansi, dan akuntabilitas.
Melalui rangkaian kegiatan dalam ISEF 2026, BPKH berharap dapat memperluas dialog dan kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji lebih awal. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga amanah, mempersiapkan jamaah dengan lebih baik, serta menjamin kelangsungan manfaat dana haji bagi generasi sekarang dan mendatang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















