Headline.co.id ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan Bali Tech Week 2026 menjadi ajang strategis untuk mendorong investasi dan memperkuat ekosistem digital Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Road to Bali Tech Week 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 5.000 peserta. Menurut Meutya, agenda ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, inovator, komunitas, pakar, dan akademisi untuk memperkuat transformasi digital nasional.
“Intinya Indonesia membuka diri kepada berbagai inovasi dari dalam maupun luar negeri, kepada investor dari dalam maupun luar negeri selama yang di dalam negeri ini terjaga yang artinya juga adalah terjaga kedaulatannya,” ujar Meutya.
Bali Tech Week 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia melalui kolaborasi berbagai pihak. Meutya menilai kerja sama tersebut penting karena pertumbuhan ekonomi dunia saat ini semakin bergantung pada digitalisasi, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Indonesia, kata Meutya, memiliki modal besar dalam pengembangan ekonomi digital. Pada 2025, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 99 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 14 persen. Potensi tersebut diharapkan dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Regulasi dan persaingan usaha menjadi perhatian
Meutya mengatakan, peningkatan investasi dan kepercayaan investor tidak hanya bergantung pada potensi pasar. Pemerintah juga perlu melibatkan perusahaan, investor, inovator, komunitas lokal dan mancanegara, serta pakar dan akademisi dalam pengembangan ekosistem digital.
Masukan dari industri dan pemangku kepentingan diperlukan untuk menghasilkan regulasi yang dapat diprediksi sekaligus memberikan kepastian bagi investor. Pemerintah juga dinilai perlu memastikan persaingan usaha yang adil dalam proses transformasi digital.
“Jadi kuncinya dua, target kita juga dari event ini produknya selain tentu kita mengundang investasi tapi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir memastikan fair competition dan yang kedua adalah memastikan regulasi yang terprediksi yang dapat diterima oleh semua pihak,” tegas Meutya.
Menurut dia, persaingan usaha yang adil bukan hanya penting bagi investor asing. Prinsip tersebut juga diperlukan untuk mendukung perusahaan rintisan atau startup serta pelaku usaha lokal yang berperan dalam transformasi digital Indonesia.
Tiga pilar pengembangan ekosistem digital
Meutya menegaskan, pengembangan ekosistem digital Indonesia berlandaskan tiga pilar Kemkomdigi, yaitu T3: terhubung, tumbuh, dan terjaga.
Pilar terhubung berfokus pada pembangunan infrastruktur konektivitas digital. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka peluang investasi dan kerja sama dalam pengembangan ekosistem digital.
Pilar tumbuh diarahkan agar pembangunan infrastruktur memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Implementasinya mencakup digitalisasi sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif.
Adapun pilar terjaga menekankan pentingnya keamanan siber, perlindungan masyarakat, serta penjagaan kedaulatan digital. Pilar ini diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan dampak negatif dari digitalisasi.
Bali Tech Week 2026 dijadwalkan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen pemerintah bersama ekosistem digital dalam mendorong transformasi digital nasional. Agenda tersebut juga diharapkan menghasilkan kerja sama dan investasi yang mendukung pengembangan ekonomi digital Indonesia.
Telkom dorong penguatan infrastruktur digital
Direktur Network PT Telkom Indonesia (Persero) Budi Satria Dharma Purba mengatakan pembangunan infrastruktur digital merupakan fondasi penting bagi pengembangan ekonomi digital nasional. Telkom, kata dia, terus mengembangkan infrastruktur untuk memperluas akses masyarakat, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing perusahaan Indonesia di tingkat nasional maupun regional.
“Jadi tentunya ini menjadi fokus bagi Telkom Grup bagaimana kita mengembangkan infrastruktur digital untuk tidak hanya untuk memperluas akses masyarakat. Tapi bagaimana kita bisa mendorong lebih banyak inovasi, mendorong transformasi, dan juga memperkuat daya saing perusahaan-perusahaan Indonesia. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga regional begitu ya,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, pengembangan infrastruktur dilakukan melalui pembangunan kabel laut, serat optik, pusat data atau data center, serta teknologi pendukung seperti komputasi awan atau cloud dan keamanan digital.
Budi menilai Bali Tech Week 2026 dapat menjadi platform yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pemilik teknologi, dan investor untuk menjajaki peluang kolaborasi konkret.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan ekosistem digital diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur dan mendorong investasi jangka panjang, tetapi juga menghasilkan solusi yang memberikan dampak langsung bagi perekonomian Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















