Headline.co.id ~ Persaingan perebutan medali emas angkat besi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan mempertemukan Rahmat Erwin Abdullah dari Indonesia dan Weeraphon Wichuma dari Thailand pada Sabtu (26/9/2026). Keduanya dijadwalkan bersaing di nomor 73 kilogram (kg), yang dalam pernyataan pelatih Thailand disebut sebagai kelas 75 kg. Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat karena Rahmat merupakan peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, sedangkan Weeraphon meraih perak Olimpiade Los Angeles 2024.
Indonesia dan Thailand sama-sama menargetkan medali emas pada nomor tersebut. Pelatih Tim Angkat Besi Thailand Lukman mengatakan persaingan akan ditentukan oleh kemampuan kedua lifter menjalankan strategi hingga angkatan terakhir.
Indonesia dan Thailand Sama-Sama Bidik Emas
Lukman menyebut persaingan Rahmat dan Weeraphon menjadi salah satu pertarungan yang patut diperhatikan dalam cabang olahraga angkat besi Asian Games 2026. Kedua negara memiliki target yang sama, yakni menempatkan lifternya di posisi teratas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Perebutan medali emas di kelas 75kg pasti ramai. Karena, Thailand dan Indonesia sama-sama mentargetkannya,” kata Lukman saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).
Lukman memiliki pengalaman menangani Weeraphon hingga meraih medali perak pada Olimpiade Los Angeles 2024. Ia juga pernah menangani lifter Indonesia, termasuk Eko Yuli Irawan dan Triyatno, yang masing-masing meraih medali pada Olimpiade Beijing 2008.
Dengan pengalaman tersebut, Lukman menilai Weeraphon telah memiliki persiapan yang cukup panjang untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Persiapan itu menjadi modal Thailand untuk menghadapi Rahmat dalam perebutan medali emas.
“Persiapan Weeraphon cukup panjang. Jadi, kita lihat saja nanti siapa yang terbaik di kelas 75kg,” tegas Lukman.
Rahmat Andalkan Keunggulan Clean and Jerk
Rahmat Erwin Abdullah membawa pengalaman tampil di Olimpiade Tokyo 2020 ketika meraih medali perunggu. Prestasi tersebut menjadi bekal bagi lifter Indonesia itu untuk menghadapi persaingan di level Asia.
Sementara itu, Weeraphon datang dengan catatan lebih baru setelah meraih medali perak pada Olimpiade Los Angeles 2024. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pesaing utama Rahmat dalam perebutan posisi teratas.
Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI Hadi Wihardja juga melihat peluang persaingan ketat kedua lifter. Menurut Hadi, Rahmat memiliki peluang besar untuk meraih emas dengan memanfaatkan keunggulannya pada angkatan clean and jerk.
“Peluang Rahmat meraih emas cukup besar. Strateginya jangan terlalu dipaksakan di angkatan snatch untuk unggul lebih dari 10kg. Karena, Rahmat punya keunggulan di Clean and Jerk. Itu yang saya sebut Rahmat punya kartu truf,” jelas Hadi.
Hadi menilai strategi pada dua jenis angkatan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan. Karena itu, Rahmat tidak harus memaksakan keunggulan terlalu besar pada angkatan snatch apabila dapat memanfaatkan kemampuan pada clean and jerk.
Strategi Dua Angkatan Jadi Penentu
Dalam angkat besi, angkatan snatch dilakukan dengan mengangkat beban dari lantai hingga ke atas kepala dalam satu gerakan. Adapun clean and jerk terdiri atas dua tahap, yaitu mengangkat beban ke posisi bahu, kemudian mengangkatnya hingga melewati kepala.
Total angkatan dari snatch dan clean and jerk menjadi dasar penentuan hasil akhir kompetisi. Selisih hasil pada kedua jenis angkatan tersebut akan menentukan posisi para lifter dalam klasemen.
Keunggulan pada clean and jerk dapat menjadi pertimbangan penting dalam menyusun strategi pertandingan, terutama apabila selisih angkatan snatch tidak terlalu besar. Faktor inilah yang dinilai dapat dimanfaatkan Rahmat ketika menghadapi Weeraphon.
Persaingan Diperkirakan Berlangsung hingga Angkatan Terakhir
Bagi Indonesia, penampilan Rahmat Erwin Abdullah menjadi salah satu peluang untuk menambah koleksi medali dari cabang olahraga angkat besi pada Asian Games 2026. Thailand, di sisi lain, mengandalkan Weeraphon untuk bersaing memperebutkan posisi teratas.
Pertemuan dua lifter yang sama-sama memiliki pengalaman dan prestasi di Olimpiade itu diperkirakan menjadi perhatian dalam nomor tersebut. Persaingan Rahmat dan Weeraphon diprediksi berlangsung menarik hingga angkatan terakhir.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















