Headline.co.id, Jakarta ~ Kalender Hijriah Indonesia 2027 Masehi atau 1448–1449 Hijriah kini tersedia secara digital melalui Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam). Kementerian Agama menyediakan kalender tersebut untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi penanggalan Islam. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan informasi itu di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Kalender Hijriah Indonesia dapat diakses melalui platform digital Elipski dan dimanfaatkan sebagai rujukan dalam menyusun agenda keagamaan pada 2027.
Kalender Hijriah Indonesia 2027 untuk Rujukan Kegiatan Keagamaan
Arsad mengatakan, Kalender Hijriah Indonesia tidak hanya memuat informasi mengenai tanggal Hijriah. Kalender tersebut juga dapat digunakan masyarakat untuk merencanakan berbagai kegiatan serta perayaan hari-hari besar keagamaan pada 2027.
“Kalender Hijriah Indonesia tidak hanya menjadi panduan penanggalan, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait waktu dan perencanaan berbagai kegiatan serta perayaan hari-hari besar keagamaan,” ujar Arsad.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketersediaan Kalender Hijriah Indonesia 2027 secara digital menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi penanggalan Islam yang dapat diakses dengan mudah. Melalui Elipski, informasi tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membantu perencanaan kegiatan yang berkaitan dengan hari besar keagamaan.
Cara Mengakses Kalender Hijriah Indonesia 2027
Masyarakat dapat memperoleh Kalender Hijriah Indonesia 2027 melalui perpustakaan digital Kementerian Agama, Elipski. Akses dilakukan melalui tautan bertajuk “Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2027” yang disediakan pada platform tersebut.
Arsad menjelaskan, penyediaan kalender secara digital merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi keagamaan. Digitalisasi ini membuat informasi penanggalan Hijriah dapat diperoleh secara lebih praktis tanpa harus mengakses kalender dalam bentuk cetak.
“Melalui akses digital, kami berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi kalender Hijriah dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Penyusunan Melibatkan Tim Hisab Rukyat
Kalender Hijriah Indonesia 2027 disusun dengan melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Tim tersebut terdiri atas para pakar ilmu falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Observatorium Bosscha, pondok pesantren, serta akademisi perguruan tinggi.
Keterlibatan berbagai unsur itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memastikan panduan penanggalan Islam yang disusun valid dan representatif. Kalender tersebut juga diharapkan dapat menjadi rujukan bersama dalam penanggalan Kalender Hijriah Indonesia.
“Dengan melibatkan para pakar dari seluruh unsur ormas Islam, K/L terkait, pondok pesantren serta akademisi yang tergabung dalam Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama diharapkan kalender Hijriah Indonesia representatif, valid dan menjadi rujukan bersama,” tandas Arsad.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















