Highlight Berita:
Headline.co.id, Bunia ~ Republik Demokratik Kongo mulai memberikan vaksin Ebola kepada tenaga kesehatan di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, pada Sabtu, sebagai bagian dari upaya melindungi petugas yang berada di garis depan penanganan wabah. Program ini menargetkan sekitar 50.000 tenaga kesehatan dan pekerja garis depan dengan vaksin Ervebo, di tengah meningkatnya jumlah kasus dan kematian akibat virus Ebola. Vaksinasi dilakukan dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Doctors Without Borders atau MSF, serta akan diperluas ke wilayah Kivu Utara yang juga mencatat peningkatan kasus. Langkah tersebut ditempuh karena tenaga kesehatan dinilai memiliki risiko paparan tinggi saat merawat pasien dan menangani respons wabah.
Ituri menjadi pusat wabah Ebola yang berkembang sangat cepat. Gubernur provinsi Mayor Jenderal Gaby Kasongo Mulumba mengatakan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang sangat terpapar karena keterlibatan mereka secara langsung dalam upaya penanganan epidemi.
Gaby Kasongo Mulumba mengatakan tenaga kesehatan 'sangat terpapar dan terlibat secara mendalam dalam respons' terhadap wabah.
Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Vaksinasi Ebola
Vaksin yang diberikan adalah Ervebo, produk yang dikembangkan untuk menghadapi strain Zaire yang lebih umum. Meski demikian, wabah yang sedang berlangsung saat ini disebabkan oleh virus Ebola strain Bundibugyo, sehingga tingkat perlindungan Ervebo terhadap strain tersebut belum dapat dipastikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pejabat Kongo yang tergabung dalam satuan tugas kesehatan penanganan Ebola, Steve Ahuka, menegaskan bahwa efektivitas Ervebo terhadap strain Bundibugyo masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab melalui pemantauan.
Steve Ahuka mengatakan, 'Kami tidak tahu sampai sejauh mana vaksin ini mungkin efektif terhadap strain Bundibugyo.'
Di sebuah fasilitas kesehatan di Bunia, Dr Jeannot Elua menyebut vaksin tersebut bermanfaat bagi tenaga kesehatan. Menurut dia, para petugas medis yang menghadapi risiko penularan secara langsung pada praktiknya memiliki pilihan yang sangat terbatas selain menerima perlindungan yang tersedia.
Dr Jeannot Elua mengatakan, 'Kami para tenaga kesehatan sebenarnya tidak punya banyak pilihan. Kami akan menerimanya.' Ia menambahkan bahwa sebagian petugas sebelumnya juga telah menerima vaksin terdahulu dan dirinya termasuk yang telah divaksinasi karena saat itu diwajibkan.
Efektivitas Ervebo terhadap Strain Bundibugyo Dipantau
Dari sekitar 50.000 tenaga kesehatan dan pekerja garis depan yang akan divaksinasi, sebanyak 20.000 penerima akan dipantau hingga satu tahun untuk mengukur efektivitas Ervebo dalam menghadapi strain Bundibugyo. Pemantauan tersebut menjadi penting karena belum tersedia vaksin berlisensi khusus maupun pengobatan yang terbukti efektif untuk wabah saat ini.
Para ahli WHO menyatakan data awal Ervebo, termasuk hasil yang berasal dari uji pada hewan, menunjukkan kemungkinan adanya tingkat perlindungan terhadap wabah yang sedang berlangsung. Namun, uji klinis tetap dilakukan untuk mencari vaksin berlisensi yang secara khusus dapat digunakan menghadapi virus penyebab wabah terbaru.
WHO pada Agustus menyatakan sebanyak 70.000 dosis Ervebo telah disetujui untuk digunakan di Republik Demokratik Kongo. Penggunaan vaksin tersebut dilakukan melalui program compassionate use, yaitu mekanisme yang memungkinkan suatu produk medis digunakan dalam situasi penyakit serius meskipun produk tersebut belum secara khusus disetujui untuk penggunaan tertentu.
Ribuan Orang Meninggal Sejak Wabah Dimulai
Berdasarkan angka terbaru dari otoritas setempat, virus Ebola telah menewaskan sedikitnya 3.639 orang sejak Mei. Dalam periode yang sama, sekitar 7.541 orang tercatat terinfeksi, sementara 1.823 orang dilaporkan telah pulih.
Besarnya jumlah korban membuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari respons wabah. Kelompok ini berhadapan langsung dengan pasien dan terlibat dalam berbagai tahapan penanganan epidemi, sehingga risiko paparan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah dan organisasi kesehatan yang mendukung operasi vaksinasi.
Operasi vaksinasi yang dimulai di Bunia juga akan menyasar Kivu Utara. Otoritas kesehatan menyatakan kasus di wilayah tersebut meningkat tajam, sehingga petugas garis depan di sana masuk dalam kelompok sasaran program perlindungan menggunakan Ervebo.
WHO Melihat Sinyal Positif, MSF Tetap Waspada
Di tengah pelaksanaan vaksinasi, penilaian terhadap perkembangan epidemi masih menunjukkan gambaran yang belum sepenuhnya seragam. Pejabat WHO menyebut terdapat tanda-tanda yang menggembirakan bahwa laju penularan kemungkinan mulai melambat.
Namun, MSF pada Jumat mengingatkan bahwa belum terdapat bukti yang jelas bahwa epidemi telah berhasil dikendalikan. Peringatan tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi tenaga kesehatan berjalan ketika respons terhadap wabah masih harus menghadapi ketidakpastian mengenai perkembangan penularan maupun tingkat efektivitas vaksin terhadap strain Bundibugyo.
Pemantauan terhadap ribuan penerima Ervebo selama satu tahun diharapkan memberikan data mengenai seberapa besar vaksin yang awalnya dikembangkan untuk strain Zaire itu mampu memberi perlindungan terhadap strain Bundibugyo. Sementara proses tersebut berlangsung, vaksinasi tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah yang digunakan untuk mengurangi risiko terhadap kelompok yang paling aktif terlibat dalam penanganan wabah.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















