Headline.co.id, Banggai ~ Sulawesi Tengah, menyiapkan sekitar 15.000 hektare sawah di kawasan Toili untuk panen padi secara bertahap hingga November 2026. Informasi itu disampaikan Bupati Banggai Amirudin saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam panen raya di Desa Tirta Sari, Kecamatan Toili, Kamis (10/9/2026). Panen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan pangan dan mempertahankan surplus beras di Kabupaten Banggai. Penguatan produksi dilakukan melalui dukungan sarana pertanian, termasuk pompa air, alat mesin pertanian (alsintan), serta brigade pertanian.
Panen Sawah Banggai Berlangsung hingga November
Amirudin mengatakan, areal sawah di dataran Toili masih memasuki masa panen hingga November 2026. Selain lahan sekitar 15.000 hektare di kawasan tersebut, Banggai memiliki sekitar 26.000 hektare sawah yang tersebar di kecamatan lainnya.
Menurut Amirudin, produksi padi Banggai selama ini tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga menghasilkan surplus yang dapat dipasok ke kabupaten lain. Rata-rata produksi padi Banggai disebut mencapai sekitar 114.000 ton per tahun, dengan surplus sekitar 76.000 ton.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sehingga Banggai sering kali menjual kepada kabupaten lain,” kata Amirudin.
Potensi itu membuat Kabupaten Banggai memiliki peran dalam menjaga pasokan beras di wilayah lain. Areal panen yang masih berlangsung hingga November juga menjadi modal untuk mempertahankan ketersediaan produksi pangan daerah.
Dukungan Kementerian Pertanian
Pengembangan sektor pertanian Banggai turut mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Amirudin menyebut dukungan itu diperoleh dalam audiensi dengan Menteri Pertanian sekitar dua pekan sebelum panen raya di Desa Tirta Sari.
Dukungan tersebut mencakup pengembangan kelapa dalam seluas 5.000 hektare, kakao 3.000 hektare, serta tambahan 350 unit pompa air. Bantuan itu diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperluas kapasitas pengelolaan lahan.
Ketersediaan pompa air dan alsintan juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi. Sarana tersebut dapat mendukung petani ketika menghadapi tantangan pengairan serta kebutuhan mempercepat proses tanam dan panen.
Dalam panen raya itu, Menteri Pertanian juga membuka ruang dialog bersama petani. Dialog tersebut digunakan untuk menyerap persoalan di lapangan dan memetakan kebutuhan yang dapat ditindaklanjuti pemerintah.
Brigade Pertanian Didorong untuk Perkuat Mekanisasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons potensi pertanian Banggai dengan mendorong penguatan brigade pertanian dan alsintan. Pengelolaan alat pertanian secara terorganisasi dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi budidaya serta mempercepat pekerjaan petani di lapangan.
Amran mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia meminta pengelolaan brigade pertanian disusun sesuai kebutuhan di lapangan.
“Bapak Gubernur dan Bupati ini hebat. Minta satu paket brigade, kasih pasangan itu brigadenya. Tiga atau empat brigade pasangkan, kalau perlu lima, nanti tergantung menyusunnya,” ujar Amran.
Selain mendorong penguatan brigade, Menteri Pertanian menyerahkan bantuan alsintan prapanen secara simbolis kepada Bupati Banggai. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pertanian di daerah.
Pemprov Sulawesi Tengah Adaptasi Pola Brigade
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, pola penguatan brigade pertanian dan alsintan yang didorong pemerintah pusat akan diadaptasi untuk mendukung pengembangan pertanian di Banggai.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat mekanisasi pertanian sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih efisien dan produktivitas petani meningkat. Penguatan mekanisasi juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi sawah dan menjaga kesinambungan produksi.
Dengan panen di kawasan Toili yang berlangsung hingga November 2026, Banggai berpeluang terus menjaga pasokan pangan dan mempertahankan surplus beras. Dukungan sarana produksi, pengelolaan alsintan, serta pengembangan brigade pertanian menjadi bagian penting dalam pengelolaan basis pertanian di daerah tersebut.
















