Headline.co.id, Pulang Pisau ~ BPBD Pulang Pisau menyiagakan sejumlah saluran komunikasi darurat untuk mempercepat pelaporan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut disampaikan setelah rapat analisis dan evaluasi penanganan karhutla di Posko BPBD Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (16/9/2026). Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Osa Maliki, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi pembakaran sebelum api membesar. Keterlibatan warga diperlukan agar petugas dapat melakukan pemadaman dini dan menjangkau lokasi kejadian lebih cepat.
BPBD Pulang Pisau Buka Sejumlah Kanal Darurat
BPBD Pulang Pisau menyediakan beberapa kanal komunikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait karhutla. Saluran tersebut meliputi Call Center BPBD Pulang Pisau di nomor 0851-8686-6117 dan Call Center Damkar di nomor 0822-5444-1274.
Warga juga dapat menghubungi Call Center Polri melalui nomor 110. Selain itu, laporan kejadian dapat disampaikan melalui jaringan radio komunikasi ORARI Pulang Pisau pada frekuensi 144.310 MHz dan RAPI Pulang Pisau pada frekuensi 143.030 MHz.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penyiagaan berbagai saluran tersebut ditujukan untuk mempercepat alur informasi dari masyarakat kepada petugas. Dengan laporan yang diterima lebih awal, tindakan pemadaman dapat dilakukan sebelum kobaran api meluas.
Warga Diminta Tidak Membakar Lahan
Selain melaporkan kejadian, masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. BPBD Pulang Pisau juga mengimbau warga membantu mempermudah akses jalan bagi petugas pemadam menuju lokasi kebakaran.
Osa Maliki menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat respons penanganan karhutla di lapangan. Warga diharapkan tidak menunggu api membesar untuk menyampaikan laporan kepada petugas.
“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen daerah,” kata Osa sebagaimana disampaikan dalam imbauan BPBD Pulang Pisau.
Penanganan Dini Diharapkan Tekan Hotspot
BPBD Pulang Pisau menyebut penanganan sejak dini dan kepatuhan warga dalam menjaga lingkungan diharapkan dapat menekan munculnya titik panas atau hotspot. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mencegah bahaya bencana asap serta kerusakan ekosistem.
Imbauan peningkatan kewaspadaan itu disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat setelah rapat analisis dan evaluasi penanganan karhutla. Dalam rapat tersebut, keterlibatan warga menjadi salah satu hal yang ditekankan untuk mendukung penanggulangan kebakaran di wilayah Pulang Pisau.
BPBD Pulang Pisau meminta masyarakat memanfaatkan saluran yang telah disiagakan apabila menemukan indikasi pembakaran secara sengaja maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan karhutla. Informasi yang disampaikan secara cepat diharapkan membantu petugas mengambil tindakan pemadaman lebih awal.
Melalui kerja sama masyarakat dan petugas, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat. Kepedulian warga dalam menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Pulang Pisau.















