Headline.co.id, Kubu Raya ~ Puskesmas Korpri Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memperkuat layanan kesehatan untuk menangani gangguan pernapasan di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan dilakukan dengan menyiapkan oksigen dan layanan nebulizer bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Hingga pembaruan data terakhir pada September 2026, sebanyak 448 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di wilayah layanan Puskesmas Korpri sejak Agustus.
Kepala Puskesmas Korpri, Samfidia, menyampaikan data tersebut pada Kamis (24/9/2026). Dari total 448 kasus ISPA, sebanyak 264 kasus tercatat sepanjang Agustus, sedangkan 184 kasus lainnya tercatat pada September hingga pembaruan data terakhir.
Kasus ISPA Dipantau Berdasarkan Gejala dan Wilayah
Samfidia mengatakan jumlah kasus ISPA yang tercatat cukup banyak. Namun, sejauh ini belum terlihat lonjakan kasus yang dinilai cukup parah di wilayah tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ada 264 kasus tercatat sepanjang Agustus, sementara pada September sudah mencapai 184 kasus hingga data terakhir,” tutur Samfidia.
Untuk memperkuat penanganan, Puskesmas Korpri meningkatkan pemantauan terhadap pasien yang datang dengan gejala ISPA. Pemantauan dilakukan dengan memetakan setiap kasus berdasarkan gejala klinis, kelompok umur, dan wilayah tempat tinggal.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui daerah yang memiliki jumlah kasus lebih tinggi. Data berdasarkan kelompok umur juga menjadi bagian dari pemantauan yang dilakukan puskesmas.
“Jadi kita lakukan pemetaan, termasuk berdasarkan umur dan wilayah,” lanjut Samfidia.
Layanan Oksigen dan Nebulizer Disiapkan
Selain meningkatkan pemantauan, Puskesmas Korpri memperkuat fasilitas layanan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Fasilitas tersebut mencakup penyediaan oksigen dan nebulizer.
Puskesmas Korpri juga sempat membuka posko kesehatan bersama yang beroperasi selama 24 jam. Posko itu melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Melalui layanan tersebut, warga dengan gangguan pernapasan dapat mendatangi Puskesmas Korpri untuk memperoleh penanganan. Oksigen dan nebulizer disiapkan sebagai bagian dari dukungan fasilitas kesehatan bagi pasien.
“Puskesmas turut menyiapkan layanan oksigen dan nebulizer. Kalau mengalami gangguan pernapasan, masyarakat bisa datang untuk mendapatkan penanganan,” kata Samfidia.
Penguatan layanan kesehatan itu dilakukan ketika paparan asap karhutla menjadi perhatian di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Puskesmas Korpri menggunakan pencatatan kasus, pemetaan pasien, serta penyediaan layanan pendukung untuk memantau dan menangani gangguan pernapasan yang datang ke fasilitas tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















