Highlight Berita:
Headline.co.id, Bekasi ~ Perkembangan mobil listrik mengubah kebutuhan pelumas di industri otomotif karena kendaraan jenis ini tidak lagi memakai mesin pembakaran internal dan oli mesin seperti kendaraan konvensional. Namun, peralihan menuju kendaraan listrik tidak menghilangkan seluruh kebutuhan pelumasan karena grease atau gemuk pelumas tetap digunakan pada sejumlah komponen mekanis. Hal tersebut disampaikan Shell Indonesia saat meresmikan Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, yang memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ton grease per tahun. Kebutuhan grease tetap bertahan karena fungsinya tidak terbatas pada mesin pembakaran, melainkan juga untuk membantu mengurangi gesekan dan menjaga kinerja komponen mekanis pada kendaraan maupun berbagai peralatan industri.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan lebih banyak mengubah jenis dan aplikasi pelumas yang dibutuhkan, bukan menghapus kebutuhan pelumasan secara keseluruhan. Mobil listrik memang tidak memerlukan pelumas mesin sebagaimana kendaraan dengan mesin pembakaran internal, tetapi masih memiliki bagian mekanis yang membutuhkan pelumas dengan karakteristik dan fungsi sesuai penggunaannya.
Grease Tetap Dibutuhkan Mobil Listrik
Mansi Tripathy, Senior Vice President Lubricants Asia Pacific Shell, menjelaskan bahwa kebutuhan grease tidak hanya berasal dari kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal. Grease digunakan untuk melumasi berbagai komponen mekanis yang masih dapat ditemukan pada kendaraan listrik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penggunaan tersebut menjadi salah satu alasan kebutuhan grease tidak otomatis berakhir ketika jumlah kendaraan listrik bertambah. Perubahan teknologi penggerak kendaraan membuat kebutuhan terhadap beberapa pelumas yang khusus digunakan pada mesin konvensional berkurang, tetapi komponen mekanis tetap memerlukan pelumasan.
Fungsi Grease Tidak Bergantung pada Mesin Pembakaran
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa juga menyampaikan bahwa kebutuhan grease tidak bergantung sepenuhnya pada kendaraan bermesin pembakaran. Grease memiliki fungsi membantu mengurangi gesekan sekaligus menjaga kinerja berbagai komponen mekanis.
Karena fungsi tersebut, hilangnya mesin pembakaran internal pada kendaraan listrik tidak berarti seluruh jenis pelumas turut menghilang. Kebutuhan pelumasan bergeser mengikuti desain dan komponen kendaraan, sehingga grease masih memiliki aplikasi pada bagian mekanis yang memerlukannya.
Perubahan ini menjadi bagian dari transformasi industri otomotif di tengah pertumbuhan kendaraan listrik. Pelumas yang sebelumnya sangat berkaitan dengan mesin konvensional dapat mengalami perubahan kebutuhan, sementara produk yang digunakan pada komponen mekanis tetap mempunyai peran.
Penggunaan Grease Meluas ke Berbagai Sektor Industri
Pasar grease juga tidak hanya ditopang sektor kendaraan bermotor. Produk tersebut digunakan pada berbagai mesin dan peralatan di sektor pertambangan, konstruksi, manufaktur, pembangkit listrik, transportasi hingga pertanian.
Luasnya penggunaan grease membuat permintaannya tidak semata-mata mengikuti perubahan jenis kendaraan di jalan. Ketika industri otomotif beralih dari kendaraan bermesin pembakaran menuju kendaraan listrik, kebutuhan dari sektor industri lain tetap menjadi bagian dari pasar produk pelumas tersebut.
Shell Bangun Pabrik Grease Berkapasitas 12.000 Ton
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Shell meresmikan Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi. Fasilitas itu memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton atau setara 12.000 ton grease setiap tahun.
Executive Vice President of Global Lubricants Shell Jason Wong mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi bisnis pelumas perusahaan. Menurutnya, kebutuhan produk pelumas di Indonesia datang dari berbagai sektor, mulai dari kendaraan penumpang, transportasi hingga industri.
'Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini,' ujar Jason Wong dalam acara peresmian GMP Shell.
Kehadiran fasilitas produksi tersebut memperlihatkan bahwa grease masih menjadi bagian dari bisnis pelumas ketika industri otomotif memasuki era elektrifikasi. Permintaannya tidak hanya berhubungan dengan kendaraan, tetapi juga dengan aktivitas industri yang menggunakan beragam mesin dan komponen mekanis.
Elektrifikasi Mengubah Kebutuhan Pelumas
Peralihan menuju kendaraan listrik pada akhirnya membuat struktur kebutuhan pelumas berubah. Jenis pelumas yang secara khusus digunakan untuk mesin pembakaran internal dapat berkurang seiring semakin banyaknya kendaraan listrik, tetapi kebutuhan grease tidak serta-merta mengikuti pola yang sama.
Grease tetap memiliki fungsi pada sejumlah aplikasi mekanis kendaraan listrik sekaligus pada mesin dan peralatan di luar sektor otomotif. Karena itu, meningkatnya penggunaan mobil listrik tidak berarti kebutuhan terhadap seluruh produk pelumas berakhir, melainkan mendorong perubahan jenis pelumas sesuai teknologi dan komponen yang digunakan.


















