Headline.co.id, Surabaya ~ Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Penguatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Pengurus PMI Jawa Timur dan Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf di Gedung DPRD Jatim, Kamis (10/9/2026). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan PMI semakin responsif membantu masyarakat yang menghadapi kondisi darurat, termasuk krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
Pertemuan itu dihadiri Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur Edi Purwinarto dan anggota pengurus Amin Istighfarin. Dalam kesempatan tersebut, PMI Jatim memaparkan sejumlah program yang selama ini dijalankan untuk mendukung pemerintah, terutama dalam penanganan kebencanaan, penguatan relawan, serta pelayanan Unit Donor Darah (UDD).
PMI Jatim Salurkan 4,8 Juta Liter Air Bersih
Salah satu fokus utama PMI Jatim adalah distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. PMI Jatim bersama PMI kabupaten/kota menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air akibat musim kemarau panjang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Berdasarkan data PMI Jawa Timur, layanan air bersih tersebut telah menjangkau 17 kabupaten, 91 kecamatan, dan 200 desa. Total air yang telah didistribusikan mencapai 4.843.120 liter dengan penerima manfaat sebanyak 267.139 jiwa.
Penyaluran dilakukan menggunakan armada truk tangki air bersih milik PMI Jawa Timur. Sebagian besar lokasi terdampak berada di kawasan dataran tinggi sehingga membutuhkan dukungan armada dan penanganan khusus agar distribusi dapat menjangkau masyarakat.
“PMI terus berupaya hadir membantu pemerintah dan masyarakat, terutama dalam penanganan bencana serta penguatan relawan,” ujar Edi.
Selain melakukan distribusi air, PMI Jatim juga mendorong adanya solusi jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan. Dalam sejumlah kunjungan ke lokasi terdampak, masyarakat mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air yang lebih berkelanjutan.
Kebutuhan lain yang turut disampaikan adalah pembangunan jaringan pipanisasi. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mengalirkan air dari sumber menuju permukiman warga.
Penguatan Relawan dan Layanan Donor Darah
Dalam pertemuan dengan DPRD Jawa Timur, PMI Jatim juga menjelaskan program peningkatan kapasitas sumber daya relawan. Penguatan ini diperlukan agar relawan memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.
PMI Jatim turut melaporkan perkembangan pelayanan Unit Donor Darah. Layanan tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darah bagi rumah sakit di Jawa Timur.
Menurut PMI, pelayanan kemanusiaan tidak hanya mencakup penanganan bencana, tetapi juga penguatan kapasitas relawan dan dukungan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat melalui layanan donor darah.
DPRD Jatim Apresiasi Peran PMI
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengapresiasi peran PMI yang dinilainya tidak terbatas pada pelayanan donor darah. Ia menyebut PMI juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan.
“Kami baru menyadari bahwa PMI itu tidak hanya mengurusi masalah darah yang dibutuhkan pasien, tetapi juga urusan kemasyarakatan, terutama bencana-bencana yang terjadi di masyarakat,” kata Musyafak.
Menurut Musyafak, keberadaan dan peran PMI perlu mendapat perhatian karena organisasi tersebut menjadi salah satu mitra pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan maupun bencana.
Ia menilai kolaborasi PMI, DPRD, pemerintah, dan masyarakat perlu terus diperkuat. PMI juga dapat berperan sebagai pendamping masyarakat dalam menghadapi persoalan tertentu, termasuk krisis air bersih saat musim kemarau.
Komunikasi dan Edukasi Kebencanaan Diperkuat
Penguatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar penanganan kebencanaan tidak hanya bersifat responsif. Upaya tersebut juga diperlukan untuk mendorong masyarakat mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.
Melalui sinergi PMI Jatim dan DPRD Jawa Timur, pelayanan kemanusiaan diharapkan semakin terarah dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Sasaran pelayanan mencakup kawasan terpencil serta daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

















