Headline.co.id, Jakarta ~ Lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta diminta untuk tetap menjaga integritas di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten digital. Dalam acara wisuda yang digelar di kampus STMM Yogyakarta, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi), Boni Pudjianto, menekankan pentingnya tanggung jawab etis para lulusan dalam menghadapi tantangan ini. Meski kemajuan teknologi ini mempermudah pembuatan konten, Boni Pudjianto mengingatkan bahwa human in the loop tetap harus dijaga untuk memastikan akurasi dan kebenaran informasi yang diterima masyarakat.
Boni Pudjianto menjelaskan bahwa kemampuan AI dalam menghasilkan konten serupa dengan kenyataan menimbulkan pentingnya kemampuan membedakan fakta dari rekayasa. “AI bisa membuat konten, tetapi AI tidak bisa menggantikan hati nurani. AI bisa memberikan jawaban, tetapi manusia yang harus bertanggung jawab atas keputusan akhirnya,” ujarnya. Ia mengingatkan agar kemampuan teknologi dan komunikasi tidak digunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memanipulasi masyarakat.
### Meningkatnya Kebutuhan Talenta Digital
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Boni Pudjianto juga menjelaskan bahwa perkembangan AI harus dilihat sebagai peluang bagi lulusan STMM untuk menjadi talenta digital yang berperan aktif dalam industri maupun mendirikan usaha baru. Mengingat Indonesia memerlukan sekitar sembilan juta talenta digital hingga 2030, ia mendorong para lulusan untuk berani menjadi inovator dan membangun startup. “Garuda Spark Innovation Hub dapat menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan gagasan dan membangun startup dalam sebuah ekosistem,” jelasnya.
### Program Pengembangan Kompetensi
Dalam kesempatan tersebut, Boni Pudjianto juga mengajak para lulusan memanfaatkan program pengembangan kompetensi seperti Digital Talent Scholarship (DTS) dan AI Talent Factory (AITF), yang bertujuan membangun ekosistem talenta AI agar dapat menjawab kebutuhan sektor publik. “AI tidak hanya untuk industri besar. Teknologi yang hebat adalah yang mampu menyelesaikan masalah manusia,” tambahnya.
Boni Pudjianto mencontohkan pentingnya teknologi AI yang telah dikembangkan untuk mendukung pembelajaran di 178 Sekolah Rakyat pada 2026. Menurutnya, hal ini menunjukkan betapa krusialnya talenta yang bisa menggabungkan kemajuan teknologi dengan kebutuhan manusia.
### Komitmen Terus Belajar dan Inovasi
Di akhir acara, Boni Pudjianto mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, tetapi awal untuk masuk ke dunia yang semakin luas dan dinamis. “Setelah ini, saudara memasuki ruang industri, ruang inovasi, ruang kebijakan, dan ruang kehidupan masyarakat yang terus berubah. Teruslah belajar, berinovasi, dan yang paling penting, tetap jaga integritas,” pungkasnya.



















