Headline.co.id, Jakarta ~ 4 September 2026 — Dalam upaya meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan, pembelajaran digital kini menjadi fokus utama. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di bandara. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan personel keamanan dapat lebih cepat dan efektif dalam menguasai keterampilan yang diperlukan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menyatakan bahwa pembelajaran digital ini akan mencakup berbagai modul yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki akses ke materi pelatihan yang up-to-date dan relevan dengan situasi terkini,” ujar Polana. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya pelatihan dan meningkatkan fleksibilitas waktu belajar bagi para personel.
Implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pelatihan dasar yang mencakup pengetahuan umum tentang keamanan penerbangan. Selanjutnya, modul lanjutan akan diperkenalkan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan teknis. Kementerian Perhubungan menargetkan bahwa seluruh personel keamanan di bandara utama dapat menyelesaikan pelatihan ini dalam waktu dua tahun ke depan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, Kementerian Perhubungan berencana untuk terus mengembangkan program ini dengan menambahkan fitur interaktif dan simulasi berbasis realitas virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan realistis. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode pelatihan, agar personel keamanan kita selalu siap menghadapi berbagai tantangan,” tambah Polana. Dengan langkah ini, diharapkan keamanan penerbangan di Indonesia dapat terus ditingkatkan, seiring dengan perkembangan teknologi dan ancaman yang ada.


















