Tips Hindari Gangguan Perut Agar Puasa Ramadan Tetap Lancar

  • Whatsapp
Tips Hindari Gangguan Pencernaan Saat Berpuasa
Ilustrasi (ist)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Bulan Ramadan merupakan bulan berkah yang memiliki banyak sekali keutamaan, salah satu hal yang paling identik dari bulan tersebut merupakan puasa Ramadan. Namun ada sebagian orang yang mengalami ganguan di bulan suci Ramadan ini salah satunya adalah asam lambung atau gangguan pada perut.

baca juga: Puasa Disebut Bisa Tekan Penyebaran Virus Corona

Salah satu cirinya adalah memiliki sensasi terbakar di daerah dada bagian bawah, ketika asam lambung naik ke pipa makanan dan kondisi ini terjadi salah satunya karena langsung tidur setelah makan misalnya setelah sahur.

Dilansir dari laman WebMD menyebutkan bahwa faktor lainnya antara lain makan dalam jumlah besar, kegemukan, konsumsi minuman berkarbonasi, kopi atau teh, merokok, menyantap makanan seperti buah jeruk, tomat, bawang putih, makanan pedas, dan minum obat-obatan tertentu seperti aspirin, pereda otot atau obat penurun tekanan darah.

Selain mulas, gejala umum lain refluks asam adalah kembung, bersendawa, mual atau disfagia (sensasi makanan yang tersangkut di tenggorokan).

baca juga: Bacaan Doa Berbuka Puasa Ramadan Lengkap, Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam

Rujuta Diwekar salah seorang ahli gizi asal India menekankan seseorang harus menghindari mengambil celah panjang di antara waktu makan.

“Makanlah tepat waktu, hormati sinyal lapar Anda dan sinyal kenyang Anda,” kata dia seperti dilansir Indian Express, Sabtu (25/4).

Dia merekomendasikan kismis hitam yang direndam semalaman, setelah minum segelas air untuk membantu mengurangi gejala refluks asam lambang, lalu sindrom pramenstruasi (PMS), kembung dan gangguan pencernaan.

baca juga: Hindari Covid-19, Ini 10 Panduan Cara Ibadah Aman Selama Ramadan 1441 H (2020) dari Kemenag

Selain refluks asam lambung, gangguan perut lain yang kerap dirasakan saat berpuasa ialah perut kembung. Agar ini tak terjadi, dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Marya W. Haryono menyarankan Anda menyeimbangkan komposisi makan saat sahur.

Dia menekankan makanan bervariasi dan bergizi seimbang, antara lain mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta mikronutrien semisal mineral 40-50 persen terpenuhi saat sahur.

baca juga: Kemenag Perpanjang Layanan Online Sertifikasi Halal Hingga 13 Mei 2020

Kemudian, saat berbuka sebaiknya penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi. Marya menganjurkan makanan manis namun tak berlebihan seperti madu, kurma dan yogurt.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *