Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah tegas dalam memperbaiki tata kelola birokrasi dan pengawasan internal di lingkungan pemerintahan. Langkah ini dilakukan dengan merotasi 308 pegawai di Sekretariat DPRD (Setwan) Riau. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa perombakan ini bertujuan untuk mengatasi masalah disiplin kerja dan pengelolaan administrasi yang selama ini menjadi kendala.
Dalam pernyataannya di Gedung Daerah Balai Serindit, Kota Pekanbaru, pada Selasa (26/5/2026), SF Hariyanto memberikan peringatan keras kepada jajaran Setwan Riau. Ia menyoroti dugaan masalah perjalanan dinas yang berulang dan menegaskan, “Saya tegaskan, tidak ada lagi pegawai yang tidak bekerja. Saya minta berdiri dulu yang dari Setwan. Coba berdiri semua yang dari Setwan. Saya ingatkan kepada kalian saya tidak mau lagi di Sekwan itu ditemukan masalah SPPD pada tahun depan.”
Sebagai bagian dari evaluasi, Pemprov Riau memutuskan untuk merombak pegawai di lingkungan Setwan DPRD Riau. SF Hariyanto menekankan bahwa persoalan administrasi dan lemahnya pengawasan tidak boleh terulang setelah rotasi dilakukan. “Sudahlah, hari ini total ada 308 orang di Setwan yang saya pindahkan semua. Saya tidak main-main. Saya pindahkan satu kantor karena saking ngerinya kondisi di Setwan DPRD Riau. Setan pun takut masuk ke situ karena saking besarnya angka korupsi di sana,” jelasnya.
Ia juga meminta pegawai baru yang ditempatkan di Setwan DPRD Riau untuk bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan internal, termasuk pejabat struktural yang baru dilantik. “Jika nanti masih ada temuan lagi, kalian yang baru ini akan saya tarik masalah hukumnya. Jika kurang pengawasan, itu menjadi tanggung jawab kalian, termasuk Sekwan,” tegasnya.
SF Hariyanto menegaskan bahwa alasan bahwa persoalan tersebut merupakan perbuatan pegawai lama tidak lagi dapat dijadikan pembenaran. Oleh karena itu, rotasi besar-besaran dilakukan untuk memastikan perubahan nyata. “Saya sudah bilang kemarin, tetapi Sekwan masih beralasan bahwa itu adalah perbuatan orang-orang lama. Oke hari ini saya bersihkan, total saya pindahkan 308 orang. Jika setelah ini masih ada temuan lagi saya tidak akan tinggal diam,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena pada 2025 masih ditemukan persoalan serupa yang menunjukkan lemahnya pengawasan. Kondisi ini menjadi alasan utama dilakukan perombakan pegawai di Setwan Riau secara menyeluruh. “Saya tidak peduli siapa pun yang ada di situ, saya ganti semua demi membersihkan DPRD Riau. Ini sejarah, satu kantor dipindahkan semua, tinggal beberapa saja yang tidak dipindahkan. Saya melakukan ini bukan karena benci secara pribadi, melainkan kecewa melihat cara kerjanya. Oleh karena itu, saya minta kepada Sekwan yang ada sekarang, semua temuan tahun 2025 harus dikembalikan uangnya jangan bikin malu lagi,” pungkasnya.




















