Headline.co.id, Pekanbaru ~ Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah merilis panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa awal persekolahan bagi anak-anak menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan edukatif, serta berfokus pada pemenuhan hak anak. “Kami ingin memastikan bahwa MPLS menjadi momen yang menyenangkan dan tidak menegangkan bagi anak-anak,” ujar Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, Sabtu (11/7/2026).
Panduan ini wajib diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di Kota Pekanbaru, mulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, hingga satuan pendidikan non-formal seperti SKB dan PKBM. Disdik menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan MPLS, yang bertujuan untuk mengenali potensi diri murid baru secara positif.
Pendekatan Humanis dan Larangan Perpeloncoan
Pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang untuk mengenalkan ekosistem sekolah, kurikulum, serta lingkungan fisik sekolah guna membantu proses adaptasi yang inklusif. Disdik Pekanbaru menetapkan tiga pilar utama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pihak. Sekolah dilarang keras melakukan perpeloncoan, kekerasan, pungutan biaya, atau penggunaan atribut yang tidak edukatif. Semua kegiatan harus relevan dengan tujuan adaptasi dan berada di bawah pengawasan ketat guru.
Integrasi Nilai Karakter dan Lingkungan
Materi MPLS tahun ini mencakup Integrasi Nilai Karakter dan Lingkungan (Green City), yang diisi dengan kegiatan positif seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Etika Sopan dan Santun Bermedia Sosial, serta Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Selain itu, gerakan ramah lingkungan diwujudkan melalui program Green City, yang melibatkan pembiasaan pemilahan sampah dan gerakan 1 siswa 1 polybag tanaman untuk menciptakan sekolah hijau yang berkelanjutan.
Peran Orangtua dan Masyarakat
Dinas Pendidikan mengajak orangtua untuk aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah, dimulai dengan gerakan ayah teladan Indonesia yang mengantar anak ke sekolah pada hari pertama. Orangtua diharapkan mendampingi proses transisi anak dengan semangat positif dan bersama-sama mengawasi agar ekosistem belajar yang ramah anak dapat tercipta sejak hari pertama sekolah.
Disdik Pekanbaru juga akan melakukan pengawasan ketat melalui sistem pelaporan berjenjang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pasca pelaksanaan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan kenyamanan seluruh peserta didik di Kota Pekanbaru terjamin dengan baik.














