Pemkab Lumajang Fasilitasi Audiensi Pekerja Lepas di Desa Gondoruso dan PTPN XII Kertowono

Gravatar Image
Cak Thoriq Audiensi Pekerja Lepas di Desa Gondoruso dan PTPN XII Kertowono
Cak Thoriq Audiensi Pekerja Lepas di Desa Gondoruso dan PTPN XII Kertowono

Pemkab Lumajang Fasilitasi Audiensi Pekerja Lepas di Desa Gondoruso dan PTPN XII Kertowono ~ Headline.co.id (Lumajang). Sejumlah warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian yang sebagaian besar berprofesi sebagai pekerja lepas PTPN XII mengeluhkan kondisi ekonomi sosial yang tidak menentu sejak pandemi Covid-19.

Baca juga: Gubernur Lampung Sampaikan Apresiasi kepada BPK Provinsi Lampung Usai Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan

Read More

Beberapa keluhan yang disampaikan meliputi tidak pastinya pekerjaan yang biasanya dilakukan, tempat tinggal (rumah dinas) yang disediakan PTPN XII banyak yang rusak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengambil langkah untuk mempertemukan antara warga Desa Gondoruso dengan Menegemen PTPN XII Kertowono. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula PKK Kabupaten Lumajang, Jum’at (20/1/2023).

Baca juga: Pemkab Blora Fokus Bangun Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan Pada 2024

Cak Thoriq mengungkapkan, bahwa perkebunan milik PTPN XII yang berada di Desa Gondoruso dulunya merupakan perkebunan coklat yang menghasilkan coklat kualitas ekspor. Dengan cakupan lahan yang cukup luas, banyak masyarakat sekitar yang dipekerjakan sebagai pekerja lepas PTPN XII.

Namun kondisi saat ini berbeda, banyak perubahan termasuk kegiatan ekspor coklat yang semakin menurun, dan itu menyebabkan penuruan pendapatan, sehingga kebijakan juga perlu disesuaikan.

“Dulu coklat kita ekspor, bahkan kita dulu swasembada pangan, karena kondisi berubah banyak kebijakan yang harus mengikuti dinamika yang ada,” ungkapnya.

Baca juga: Laga PSG Vs Riyadh All Star: Debut Sengit Antara Ronaldo dan Messi

Dia juga berharap dengan pertemuan tersebut, akan muncul kebijakan dari managemen PTPN XII, agar para pekerja lepas itu tetap bisa menjalani kehidupan seperti biasanya.

“Mengerti dengan kondisi yang terjadi, saya sebagai Bupati Lumajang memilih membela masyarakat saya, apa yang menjadi keputusan dalam pertemuan ini akan saya lakukan sebagai bupati,”

Sementara itu, Manager PTPN XII Kertowono, Erwin Malau mengatakan, bahwa kondisi pandemi Covid-19 memang mengharuskan adanya kebijakan baru terkait operasional.

Baca juga: Benarkan SMP N 1 Cangkringan Kesurupan Massal saat Upacara Bendera, Ini Kronologinya

Dirinya mengaku, banyak hasil produksi yang batal ekspor lantaran negara tujuan berkebijakan lock down. Bahkan, stok produksi teh milik perkebunan Kertowono masih menumpuk ratusan Ton akibat lockdown.

Sementara terkait produksi kakau, upaya terus dilakukan oleh pihak PTPN XII agar para pekerja terus tetap bekerja, tapi produksi kakau semakin menurun, sehingga menejemen terpaksa mengambil keputusan untuk membatasi operasional.

Baca juga: Taman Impian Jaya Ancol: Sejarah, Fasilitas, Wahana, Harga Tiket, dan Informasi lengkapnya

“Kami harus menyesuaikan kondisi dunia usaha, termasuk untuk operasional kami. Dulu memang kakau, tapi kakau itu produktifitasnya semakin turun. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan, tapi kita mengalami penurunan terus,” katanya.

Adapun beberapa kebijakan juga sudah dilakukan, termasuk menjalin kemitraan dengan sebagian warga Gondoruso untuk tanaman sengon dan beberapa tanaman musiman.

Baca juga: Mengenal Gambar dan Ukuran Lapangan Sepak Bola Serta Bahan Rumputnya

Ia pun akan melaporkan hasil audiensi bersama Bupati dan warga Gondoruso kepada pimpinan pusat, agar ada kebijakan yang bisa sama-sama berpihak.

Baca juga: Cari Klinik Kecantikan di Jogja, ini Rekomendasi Terbaik Harga Bersahabat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Review