Benarkan SMP N 1 Cangkringan Kesurupan Massal saat Upacara Bendera, Ini Kronologinya

Gravatar Image
Kesurupan SMP Lereng Merapi
Ilustrasi Kesurupan (Istimewa)

Benarkan SMP N 1 Cangkringan Kesurupan Massal saat Upacara Bendera, Ini Kronologinya ~ Headline.co.id (Lokal). Media sosial dihebohkan dengan informasi mengenai siswa SMP yang mengalami kesurupan massal di Kabupaten Sleman menyebar luas. Kabar tersebut di ungah oleh akun twitter @merapi_uncover mengabarkan adanya puluhan pelajar mengalami kesurupan massal di sekolah.

Baca juga: Kunjungi Ditpolairud, Kapolda DIY Beri Apresiasi Atas Kinerja Jajaran Polairud Polda DIY

Berdasarkan penelurusan dari headline.co.id, kesurupan masal tersebut terjadi di SMP N 1 Cangkringan. Atas kejadian kesurupan masal tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turut angkat bicara. Peristiwa kesurupan di SMP N 1 Cangkringan pada Senin (16/1) pagi bermula saat seorang siswa mengeluh pusing. Dia kemudian dibawa ke UKS, di saat bersamaan siswa lain yang melihatnya justru ketakutan dan histeris.

“Yang lain itu mengira kalau siswa itu kesurupan dan pada takut. Iya memang ada kesurupan 3 orang, tapi yang lain itu hanya ketakutan sampai histeris. Belasan siswa yang ketakutan (dan histeris),” beber Kustini.

“Agar suasana kondusif, semua siswa dipulangkan oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Baca juga: Cari Klinik Kecantikan di Jogja, ini Rekomendasi Terbaik Harga Bersahabat

Menurut Kustini peristiwa tersebut bukan kesurupan massal, hanya beberapa siswa saja yang kesurupan.

“Peristiwanya tadi pagi pada saat upacara bendera tapi bukan kesurupan massal, hanya beberapa pelajar kesurupan. Yang lain pada histeris teriak-teriak karena ketakutan,” kata Kustini, Senin (16/1).

Baca juga: Taman Impian Jaya Ancol: Sejarah, Fasilitas, Wahana, Harga Tiket, dan Informasi lengkapnya

Meski begitu, hal ini tetap jadi perhatian Pemkab Sleman. Kustini meminta kepada sekolah, tak hanya SMP N 1 Cangkringan, untuk menguatkan pelajaran rohani kepada siswa.

“Semua sekolah perlu dikuatkan lagi pelajaran rohaninya untuk para siswa. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Kustini.

Baca juga: Mengenal Apa itu Neuropati Perifer? Gejala, Hingga Cara Pengobatannya Secara Medis

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

User Review