Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Pemerintah

Edukasi Pupuk Organik, Petani di Desa Beteng Diajarkan Trik Efektif Bikin Kompos

463
×

Edukasi Pupuk Organik, Petani di Desa Beteng Diajarkan Trik Efektif Bikin Kompos

Sebarkan artikel ini
Petani di Desa Beteng Jatinom Klaten dilatih membuah pupuk organik dari kotoran hewan
Petani di Desa Beteng Jatinom Klaten dilatih membuah pupuk organik dari kotoran hewan

Edukasi Pupuk Organik, Petani di Desa Beteng Diajarkan Trik Efektif Bikin Kompos ~ Headline.co.id (Klaten). Petani di Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, dilatih memanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk. Pelatihan yang diselenggarakan Diskominfo Jateng ini, merupakan bagian dari program Satu OPD Satu Desa Dampingan, guna mengentaskan warga dari jurang kemiskinan.

Baca juga: Ini Tanggapan PKB Terkait Wacana Duet Prabowo-Puan Mencuat

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Hermoyo Widodo mengatakan, pelatihan ini ditujukan agar petani mengetahui manfaat pupuk organik. Selain itu, dengan pemupukan organik harga sayuran yang dihasilkan lebih mahal.

Untuk itu, pada pelatihan ini Diskominfo Jateng menggandeng Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah. Pada acara tersebut juga diserahkan bibit jahe Jewot sebanyak 100 kilogram, dan 5.400 bibit cabai ORI.

Baca juga: Kunjungi Korban Kebakaran, Wabub Rembang Beri Edukasi Bahasa Stopkontak Untuk Banyak Colokan

“Hari ini diajarkan pembuatan pupuk yang tidak terlalu rumit. Karena terkadang pupuk (kimia subsidi) kan langka dan mahal. Dengan pengetahuan ini diharapkan petani mengetahui bahwa limbah ternak bisa dijadikan pupuk,” ujarnya, di Balai Desa Beteng, Selasa (6/9/2022) siang.

Pada pelatihan tersebut petani diajak membuat pupuk secara sederhana namun efektif. Petani diperkenalkan dengan “EM4” cairan pengurai kotoran hewan, yang bisa didapat di toko pertanian dengan harga murah.

Baca juga: Kemenkeu Beri Apresiasi Upaya BPJPH Akselerasi Sertifikasi Halal di Jatim

Fungsional tertentu Pengawas Mutu Hasil Pertanian Disnakkeswan Jateng Dwi Sutji mengatakan,  untuk bisa membuat pupuk organik, petani memerlukan tempo sekitar dua minggu. Bahan yang diperlukan antara lain wadah berupa drum plastik, bakteri pengurai kotoran, bekatul, gula merah atau molase.

“Bahan baku limbah kotoran hewan tidak memberatkan petani. Nanti bisa digunakan pada pekarangan masing-masing. Dengan ini pangan yang dihasilkan jadi sayur yang aman dan bebas dari pupuk organik,” ungkapnya.

Baca juga: Ada Perbaikan, Jalan Ke Ranupani Lumajang Ditutup Sementara

Petani Desa Beteng, Sudana mengatakan, selama ini mereka memanfaatkan kotoran hewan secara manual. Namun, hal itu dirasakan kurang efektif.

“Bedanya ya kalau dengan pelatihan ini diajarkan bagaimana bisa lebih efektif memanfaatkan pupuk dari kotoran hewan. Kalau kami masih pakai pupuk kimia, tapi dengan pelatihan ini mudah-mudahan bisa mengurangi pembelian pupuk buatan,” urainya.

Baca juga: Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terkait Evaluasi Proyek Strategis Nasional

Kades Beteng Prapta Sugiyarta mengaku antusias dengan kegiatan ini. Ia menyebut, setelah petani mengetahui langkah pembuatan pupuk organik, pemerintah desa akan melakukan dukungan berupa pembuatan sentra kompos.

“Minimal bisa menyerap ilmu dari Disnakkeswan. Ke depan, bisa kita fasilitasi dari dana desa, kita bikin rumah kompos,” pungkas Prapta.

Baca juga: Takziah ke Sarang, Ganjar : Bu Nyai Sosok Pendamping Luar Biasa dan Hebat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *