Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan strategis untuk memperkuat hilirisasi plasma dan meningkatkan kemandirian industri kesehatan nasional. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal regulasi dari hulu hingga hilir, dengan fokus jangka pendek pada penguatan pasokan bahan baku melalui pusat-pusat plasma nasional.
Menteri Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi kemitraan strategis ini melalui integrasi ekosistem kelembagaan pemerintah agar proses hilirisasi dapat berjalan optimal. “Kami akan memastikan bahwa semua regulasi dan kebijakan yang diperlukan dapat mendukung proses ini,” ujar Menkes pada Kamis (4/6/2026).
Pembangunan pabrik plasma ini bertujuan untuk memproduksi bahan baku obat, vaksin, dan produk farmasi inovatif, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Pabrik tersebut mulai dikembangkan setelah adanya perubahan regulasi pada tahun 2023 dan ditargetkan untuk beroperasi penuh pada tahun 2027.




















