Headline.co.id, Banda Aceh ~ Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh mengadakan kegiatan untuk memperkuat kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan tujuan menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rasamala, Banda Aceh, dari tanggal 20 hingga 23 Juli 2026.
Sebanyak 105 pengurus KDMP dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh berpartisipasi dalam kegiatan ini. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola kelembagaan koperasi, mengembangkan unit usaha, serta memaksimalkan potensi ekonomi dan sumber daya lokal di desa.
Reza Ferdian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk menjadi koperasi yang modern, transparan, dan profesional sehingga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa. “Penguatan kapasitas pengurus menjadi fondasi penting agar koperasi dapat dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan kepada anggota maupun masyarakat,” ujar Reza pada Senin (20/7/2026).
Reza menambahkan bahwa dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran produk lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan desa. Pengembangan KDMP difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia pengelola koperasi, mendorong inovasi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah, serta memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan.
Ia menilai bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar pengembangan KDMP dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Melalui penguatan kapasitas ini, Dinas Koperasi dan UKM Aceh berharap pengurus KDMP memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik sehingga mampu mengembangkan usaha koperasi sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.












