Headline.co.id, Sleman ~ Informasi mengenai dugaan aksi klitih di depan Universitas Mercu Buana Kampus 2 atau kawasan Mercu Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, viral di media sosial pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Polisi kemudian mengungkap bahwa kejadian tersebut bermula ketika tiga orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX melaju zig-zag, kemudian terlibat salah paham setelah ditegur pengendara lain. Ketiga pemuda itu selanjutnya terjatuh di depan kampus dan diamankan warga setelah ditemukan membawa sebuah ikat pinggang atau gesper berkepala besi.
Informasi awal mengenai peristiwa tersebut diunggah akun X @merapi_uncover sekitar pukul 02.08 WIB. Akun tersebut menyebut adanya dugaan klitih dan petugas kepolisian telah berada di lokasi.
“[Breaking News] 02:08 terduga klit*h di depan Mercu Gejayan dini hari ini, sudah ada petugas kepolisian di lokasi,” demikian unggahan akun tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapolsek Depok Timur Kompol Dede Setiyarto Harsoyo, S.T., M.I.K., saat dikonfirmasi Headline.co.id menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB.
Peristiwa bermula ketika seorang saksi melaju menggunakan sepeda motor di Jalan Ring Road Utara dari arah timur menuju barat. Saat itu, saksi melihat sebuah sepeda motor Honda PCX warna putih berpelat AB XXXX OP yang dinaiki tiga orang melaju pada jalur cepat.
Menurut keterangan kepolisian, sepeda motor tersebut melaju secara tidak wajar dengan bergerak zig-zag.
Saksi kemudian mendekati kendaraan itu ketika sampai di Jalan Affandi, Condongcatur, Depok, Sleman, dan menegur pengendaranya. Namun, teguran tersebut justru menimbulkan salah paham antara kedua pihak.
“Pada saat saksi melaju mengendarai sepeda motor di Jl. Ring Road Utara melihat ada pengendara sepeda motor Honda PCX warna putih berboncengan tiga yang melaju dari arah timur ke barat di jalur cepat dan pada saat melaju tidak wajar, zig-zag,” demikian keterangan kronologi yang disampaikan Kompol Dede Setiyarto Harsoyo.
Setelah itu, sepeda motor PCX tersebut terus melaju hingga tiba di simpang tiga Jembatan Merah. Pengendara kemudian berbelok ke kiri menuju Jalan Jembatan Merah.
Saat berada di depan Universitas Mercu Buana Kampus 2, Dusun Prayan Kulon, Condongcatur, Depok, Sleman, sepeda motor yang membawa tiga orang tersebut terjatuh.
Warga di sekitar lokasi kemudian mengamankan ketiganya. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sebuah ikat pinggang berbahan kain berwarna ungu kehitaman dengan kepala gesper terbuat dari besi.
“Pada saat di depan Universitas Mercubuana Kampus 2, pengendara sepeda motor Honda PCX terjatuh dan kemudian diamankan oleh warga karena pada saat dicek kedapatan membawa gesper,” lanjut keterangan tersebut.
Akibat kecelakaan itu, tiga orang yang berada di atas sepeda motor mengalami sejumlah luka.
Pengendara berinisial DDN (21) mengalami lecet pada lutut kaki kanan serta mengeluhkan nyeri pada bagian pinggul dan mata kaki kiri.
Pembonceng berinisial PMS (22) juga mengalami lecet pada lutut kaki kanan serta nyeri pada pinggul dan mata kaki kiri.
Sementara pembonceng lainnya berinisial AMM (20) mengalami lecet pada lutut kaki kiri, mata kaki kanan, ibu jari kaki kanan, dan punggung tangan kanan. Ia juga mengalami luka pada bagian bibir atas.
Sepeda motor Honda PCX yang digunakan ketiganya turut mengalami kerusakan akibat terjatuh. Mika lampu depan dilaporkan pecah, sedangkan cover bodi depan sebelah kanan juga mengalami kerusakan.
Polisi mengamankan sepeda motor Honda PCX warna putih berpelat AB XXXX OP sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut.
Selain kendaraan, barang lain yang diamankan berupa ikat pinggang atau gesper kain berwarna ungu kehitaman dengan kepala gesper berbahan besi.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepolisian, kejadian bermula dari sepeda motor yang dikendarai tiga orang secara berboncengan dan melaju zig-zag, kemudian terjadi salah paham setelah mereka ditegur pengendara lain hingga akhirnya terjatuh di kawasan Jalan Jembatan Merah.
Meski informasi awal yang beredar di media sosial menyebut peristiwa tersebut sebagai dugaan klitih, keterangan yang disampaikan Kapolsek Depok Timur sejauh ini menjelaskan kronologi kejadian dan barang yang ditemukan berupa sebuah gesper berkepala besi. Karena itu, informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan klitih perlu ditempatkan sebagai informasi awal dan tidak mendahului hasil penanganan kepolisian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















