Highlight Berita Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Jadi Ponsel Pertama dengan Gemini Nano 4:
Headline.co.id, Jakarta ~ Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 dalam ajang Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris. Dari ketiga perangkat tersebut, Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 menjadi ponsel pertama yang didukung Gemini Intelligence serta model kecerdasan buatan pada perangkat Gemini Nano 4. Teknologi tersebut memungkinkan sejumlah fungsi AI diproses langsung melalui perangkat dengan dukungan pemahaman multimodal dan lebih dari 140 bahasa.
Google melalui sebuah unggahan pengembang di blognya menyatakan ponsel lipat terbaru Samsung hadir dengan Gemini Nano 4. Model AI terbaru itu berbasis Gemma 4 dan dirancang untuk memberikan kemampuan pemahaman multimodal yang lebih baik.
Kehadiran Gemini Nano 4 menempatkan seri ponsel lipat terbaru Samsung sebagai perangkat kelas premium yang memenuhi persyaratan teknis Gemini Intelligence. Di situs Android.com, ketiga perangkat Samsung tersebut juga telah diberi label “with Gemini Intelligence”.
Mengutip 9to5Google, Jumat (24/7/2026), Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Kedua perangkat tersedia dengan pilihan kapasitas RAM 12 GB atau 16 GB.
Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 menggunakan prosesor Exynos 2600 dengan RAM 12 GB. Kapasitas tersebut telah memenuhi salah satu persyaratan minimum perangkat untuk menjalankan fitur Gemini Intelligence.
Persyaratan Gemini Intelligence Diperbarui
Sejak Gemini Intelligence diumumkan pada Mei 2026, Google melakukan perubahan terhadap persyaratan perangkat yang dapat menggunakan teknologi tersebut. Android.com sebelumnya mencantumkan ketentuan “Gemini Nano v3 atau lebih baru”, tetapi kemudian menggantinya menjadi “model Nano AI pada perangkat”.
Google juga mengubah persyaratan terkait prosesor. Kata “flagship” dihapus dari poin “SoC yang Memenuhi Syarat”, meskipun Gemini Intelligence tetap ditujukan bagi perangkat dengan kemampuan teknis tinggi.
Berdasarkan persyaratan yang dicantumkan Google, perangkat harus memiliki model Nano untuk pemrosesan AI di dalam perangkat, performa media terbaru, RAM minimal 12 GB, serta sistem pada cip atau SoC yang memenuhi syarat.
Perangkat juga harus memenuhi standar kualitas selama digunakan atau service level objective pada 2026. Google akan memberlakukan ketentuan tambahan pada 2027.
Selain itu, perangkat harus lulus rangkaian pengujian pada A17+ untuk memastikan kualitas fitur ketika diluncurkan. Persyaratan ini menunjukkan bahwa Gemini Intelligence belum dapat digunakan secara penuh pada seluruh perangkat Android.
Google saat ini menganggap fitur otomatisasi tugas yang diperluas sebagai fitur pertama dalam kelompok Gemini Intelligence. Kemampuan tersebut mendukung penggunaan lebih dari 40 aplikasi untuk membantu pengguna menjalankan sejumlah tugas.
Pada Mei 2026, Google menyatakan fitur Gemini Intelligence akan “meluncur secara bertahap sesuai ketersediaannya”. Sejumlah fitur lain masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara menyeluruh.
Fitur yang masih dinantikan antara lain Create My Widget, Gboard Rambler, serta Autofill with Google. Ketiga fitur tersebut akan memanfaatkan Gemini Personal Intelligence untuk memberikan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Selain tiga perangkat Samsung, seri Pixel 11 juga dikabarkan akan mendapatkan label “with Gemini Intelligence”. Label itu digunakan untuk menunjukkan perangkat premium yang memenuhi persyaratan perangkat keras dan kualitas pemrosesan AI Google.
Google Perkenalkan Gemini 3.6 Flash
Bersamaan dengan perluasan ekosistem Gemini Intelligence, Google juga memperkenalkan model AI terbaru, yakni Gemini 3.6 Flash dan Gemini 3.5 Flash-lite. Perusahaan menyatakan akan terus menyediakan pembaruan bagi model-model berikutnya.
Gemini 3.6 Flash diluncurkan setelah versi sebelumnya diperkenalkan dalam konferensi pengembang Google I/O 2026. Pembaruan tersebut dikembangkan berdasarkan masukan dari pengembang dan pelanggan, terutama terkait efisiensi penggunaan token dalam berbagai tugas.
Dibandingkan Gemini 3.5 Flash, Gemini 3.6 Flash menggunakan token 17 persen lebih sedikit. Model tersebut juga membutuhkan lebih sedikit tahapan penalaran dan penggunaan alat tambahan untuk menyelesaikan tugas yang terdiri atas beberapa langkah.
Mengutip laporan 9to5Google, Rabu (22/7/2026), Gemini 3.6 Flash ditawarkan dengan harga 1,50 dolar AS atau sekitar Rp26 ribu untuk setiap satu juta token input. Adapun biaya satu juta token output sebesar 7,50 dolar AS atau sekitar Rp134 ribu.
Dari sisi pemrograman, Gemini 3.6 Flash disebut lebih akurat dibandingkan model sebelumnya. Model tersebut membutuhkan lebih sedikit penyuntingan kode dan dapat mengurangi proses perbaikan kode yang berulang.
Berdasarkan pengujian DeepSWE, kualitas kode yang dihasilkan meningkat dari 37 persen menjadi 49 persen. Peningkatan juga tercatat pada kemampuan penelitian pembelajaran mesin atau machine learning, dari 49,7 persen menjadi 63,9 persen.
Dalam pengujian pengetahuan GDPval-AA, Gemini 3.6 Flash mencatat skor 1.421, meningkat dari skor sebelumnya sebesar 1.349. Kemampuan model dalam menjalankan antarmuka komputer pada pengujian OSWorld-Verified juga meningkat dari 78,4 persen menjadi 83 persen.
Google turut memperbarui batas pengetahuan Gemini 3.6 Flash. Model sebelumnya memiliki batas pengetahuan hingga Januari 2025, sedangkan versi terbaru diperbarui hingga Maret 2026.






