Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Kia menerapkan pengukuran hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan untuk memastikan kualitas mobil sejak tahap pengembangan. Proses yang dilakukan melalui Digital Measuring Center atau DMC di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, tersebut menggunakan sekitar 600 kriteria kualitas sebagai bahan evaluasi. Pengukuran dilakukan untuk menemukan perbedaan ukuran, celah antarkomponen, hingga perubahan bentuk yang sangat kecil sebelum standar yang dihasilkan diteruskan ke tahap produksi.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas kendaraan tidak hanya ditentukan oleh desain atau fitur yang terlihat oleh pengguna. Detail seperti ketepatan pintu ketika ditutup, tingkat ketenangan kabin, serta kerapian panel bodi juga berkaitan dengan proses pengukuran yang dilakukan sejak kendaraan masih berada dalam tahap pengembangan.
DMC Jadi Pusat Pengukuran Kualitas Kendaraan Kia
Digital Measuring Center menjadi salah satu fasilitas yang digunakan Kia untuk memeriksa apakah berbagai bagian kendaraan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah aspek, mulai dari kualitas eksterior hingga karakteristik yang memengaruhi kenyamanan dan kelayakan kendaraan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Area yang diperiksa mencakup kualitas eksterior, kebisingan dan getaran atau Noise, Vibration, and Harshness yang dikenal sebagai NVH, kekedapan kendaraan terhadap air, serta fungsi dan kelayakan perakitan. Pemeriksaan tersebut tidak hanya diarahkan pada bagian yang mudah terlihat oleh mata.
Perbedaan ukuran antarkomponen, celah pada bagian kendaraan, hingga perubahan bentuk yang sangat kecil turut menjadi bagian dari pengukuran. Data yang dikumpulkan kemudian menjadi dasar bagi engineer untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan komponen atau bagian yang masih memerlukan penyempurnaan.
'Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,' ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Seribu Titik Struktur Bodinya Diukur Secara Presisi
Tahapan pemeriksaan dimulai dari struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine atau CMM. Perangkat tersebut menggunakan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi dari 1.000 titik yang sebelumnya telah ditentukan.
Hasil pembacaan koordinat memberikan data yang dapat digunakan engineer untuk melihat jarak serta penyimpangan antartitik. Data itu juga digunakan untuk memeriksa kesejajaran dan memastikan posisi setiap bagian kendaraan tetap sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan.
Penggunaan titik pengukuran dalam jumlah besar memungkinkan pemeriksaan dilakukan hingga ke detail struktur kendaraan. Dengan cara tersebut, bagian yang menunjukkan perbedaan terhadap rancangan dapat diketahui melalui data pengukuran sebelum kendaraan melangkah lebih jauh dalam proses produksi.
Data Pengukuran Dievaluasi dengan 600 Kriteria
Data yang diperoleh dari proses pengukuran tersebut selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi sekitar 600 kriteria kualitas. Evaluasi menjadi tahap penting untuk menentukan apakah bagian kendaraan telah memenuhi standar atau masih membutuhkan perbaikan.
Apabila ditemukan bagian yang belum sesuai, engineer dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil pengukuran. Dengan demikian, penyempurnaan dapat dilakukan sebelum kendaraan memasuki tahapan produksi yang lebih lanjut.
Proses tersebut juga memberikan dasar pengambilan keputusan yang bersumber dari hasil pengukuran, bukan hanya pemeriksaan visual. Setiap titik yang dibaca oleh alat menjadi bagian dari informasi yang digunakan untuk memeriksa kesesuaian antara kondisi kendaraan dan rancangan yang menjadi acuannya.
Standar DMC Diteruskan hingga Fasilitas Produksi
Standar kualitas yang dihasilkan melalui DMC tidak berhenti pada tahap pengembangan kendaraan. Acuan pengukuran tersebut kemudian diteruskan ke fasilitas produksi agar pabrik menggunakan standar kualitas yang sama ketika kendaraan mulai dibuat.
Penerusan standar dari pusat pengembangan ke fasilitas produksi menjadi bagian dari upaya menjaga kesesuaian antara kendaraan yang telah melalui proses pengukuran dengan kendaraan yang nantinya diproduksi. Dengan acuan yang sama, parameter yang digunakan pada tahap pengembangan dapat tetap menjadi referensi ketika proses produksi berjalan.
Rangkaian pengukuran tersebut menempatkan kualitas sebagai proses yang dibangun sejak awal pengembangan kendaraan. Mulai dari pemeriksaan struktur dasar menggunakan CMM, pembacaan 1.000 titik, evaluasi terhadap sekitar 600 kriteria, hingga penerusan standar ke fasilitas produksi, seluruhnya menjadi bagian dari mekanisme Kia dalam memastikan berbagai komponen kendaraan sesuai dengan rancangan dan standar yang telah ditetapkan.


















