Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Navee memamerkan RoboScooter Nexton, skuter listrik konsep yang mampu mempertahankan posisi tegak dan bergerak mengikuti pemiliknya, dalam ajang teknologi IFA 2026. Kendaraan mikro-mobilitas tersebut dikembangkan dengan kecerdasan buatan, sistem self-balancing, fitur follow me, sensor LiDAR, serta kontrol berbasis suara. Navee menghadirkan konsep ini untuk memperlihatkan teknologi yang tengah dikembangkan secara internal sekaligus mendorong skuter listrik menjadi perangkat mobilitas personal yang lebih pintar. Kemampuan tersebut bekerja melalui perpaduan sensor dan modul elektronik yang memungkinkan kendaraan mengenali lingkungan serta berinteraksi dengan pengguna.
RoboScooter Nexton tidak hanya dirancang untuk menjalankan fungsi dasar sebagai kendaraan jarak dekat. Navee menempatkan skuter ini sebagai pendamping mobilitas berbasis kecerdasan buatan yang dapat berinteraksi dengan penggunanya dan menjalankan sejumlah fungsi tanpa harus selalu dikendalikan secara langsung.
Konsep tersebut membuat Nexton memiliki pendekatan berbeda dibandingkan skuter listrik konvensional. Selain mengangkut pengguna, kendaraan ini dirancang untuk tetap stabil ketika tidak dikendarai, bergerak mengikuti pemilik saat berjalan kaki, membaca kondisi lingkungan, dan menerima perintah suara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Self-Balancing Menjaga Skuter Tetap Berdiri
Salah satu teknologi utama yang ditampilkan Navee pada RoboScooter Nexton adalah sistem self-balancing. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan mempertahankan posisi tegak secara mandiri ketika sedang berhenti atau tidak ditumpangi.
Fungsi ini berbeda dari teknologi penyeimbang yang bekerja ketika sebuah kendaraan sedang dikendarai. Pada Nexton, self-balancing ditujukan untuk menjaga skuter tetap berdiri ketika pengguna sedang tidak berada di atas kendaraan sehingga pengendara tidak perlu terus menopangnya saat berhenti.
Kemampuan mempertahankan posisi secara mandiri kemudian menjadi salah satu fondasi bagi fitur otonom lain yang dibawa Nexton. Dengan skuter yang dapat menjaga keseimbangannya sendiri, kendaraan dapat menjalankan fungsi pergerakan tanpa pengendara ketika dibutuhkan.
Fitur Follow Me Didukung Sensor LiDAR
Teknologi self-balancing pada Nexton dipadukan dengan fitur follow me. Kemampuan tersebut memungkinkan skuter bergerak secara mandiri mengikuti pemiliknya ketika pengguna sedang berjalan kaki, sehingga Nexton tampil lebih menyerupai perangkat mobilitas personal pintar.
Untuk mendukung pergerakan otonom tersebut, Navee menempatkan sensor LiDAR di bagian depan kokpit. Sensor itu berfungsi membantu kendaraan mengenali lingkungan di sekitarnya sekaligus mendeteksi berbagai rintangan secara presisi.
Keberadaan LiDAR menjadi komponen penting ketika Nexton menjalankan fungsi otonom. Skuter harus mengetahui kondisi ruang dan objek di sekitarnya agar dapat bergerak serta mengikuti pengguna tanpa hanya bergantung pada kendali manual.
Perintah Suara Jadi Bagian Interaksi Pengguna
Navee juga mengembangkan sistem interaksi antara pengguna dan kendaraan melalui perintah suara. RoboScooter Nexton dibekali modul elektronik yang berperan sebagai pusat pemrosesan berbagai fungsi kendaraan, termasuk kemampuan untuk merespons interaksi pengguna.
Pendekatan tersebut memperlihatkan keinginan Navee untuk mengembangkan skuter bukan hanya sebagai alat transportasi. Nexton diarahkan menjadi perangkat pintar yang dapat mendampingi pengguna dalam aktivitas mobilitas sehari-hari dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Dari sisi tampilan, RoboScooter Nexton menggunakan bahasa desain futuristik dengan lekukan bodi modern. Siluetnya disebut memiliki kemiripan estetika dengan sejumlah produk skuter dari Pure Electric, tetapi Nexton tetap membawa karakter tersendiri sebagai kendaraan konsep yang menonjolkan teknologi.
Meski membawa sejumlah teknologi yang tidak umum ditemukan pada skuter listrik konvensional, spesifikasi teknis lengkap RoboScooter Nexton belum diungkap. Navee belum mengumumkan kapasitas baterai, jarak tempuh, kecepatan maksimum, maupun estimasi harga jual kendaraan tersebut.
Nexton juga masih berstatus sebagai kendaraan konsep. Perwakilan Navee di IFA 2026 menyatakan kendaraan tersebut dikembangkan untuk memperlihatkan berbagai teknologi yang saat ini tengah dikembangkan secara internal oleh perusahaan.
Status itu membuat waktu penerapan teknologi Nexton pada kendaraan produksi massal belum dapat dipastikan. Belum ada pula informasi mengenai kapan model dengan kemampuan serupa akan tersedia sebagai produk komersial.
Kehadiran prototipe fungsional RoboScooter Nexton tetap memperlihatkan arah pengembangan kendaraan personal berukuran ringkas. Kombinasi self-balancing, LiDAR, fitur follow me, kecerdasan buatan, dan kontrol suara menunjukkan bagaimana teknologi otonom mulai diterapkan pada segmen mikro-mobilitas.
Apabila teknologi tersebut pada masa mendatang dapat diterapkan pada produk produksi massal dengan biaya yang lebih terjangkau, skuter listrik pintar berpotensi menjadi salah satu perkembangan baru dalam industri mikro-mobilitas. Namun, untuk saat ini, Nexton masih menjadi konsep yang memperlihatkan teknologi yang sedang dieksplorasi Navee untuk lini produknya di masa depan.



















