Headline.co.id, Labuan Bajo ~ NTT — Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat dalam menanggapi gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada ratusan fasilitas keagamaan. Kemenag segera mengirimkan tim untuk menyalurkan bantuan dan melakukan pemulihan trauma bagi para korban.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyatakan bahwa sejak gempa terjadi, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Hal ini disampaikannya saat menyambut kunjungan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Kamis (3/9/2026).
Langkah cepat yang diambil Kemenag dalam merespons gempa Flores meliputi beberapa tindakan. Pertama, Kemenag NTT menginstruksikan para penyuluh agama dan guru untuk terjun ke lokasi terdampak guna memberikan pendampingan dan pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana, serta memberikan penguatan spiritual kepada para penyintas. Kedua, penggalangan dana dilakukan di lingkungan ASN Kemenag, dan bantuan berupa makanan serta kebutuhan dasar telah didistribusikan ke wilayah Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Kunjungan khusus juga dijadwalkan ke Kabupaten Sikka yang aksesnya sempat terputus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Kegiatan belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan keagamaan disesuaikan dengan kondisi keamanan darurat. Kemenag menegaskan bahwa keselamatan manusia adalah yang utama. ASN Kemenag juga diberikan dispensasi untuk bekerja dari luar kantor jika fasilitas gedung dinilai belum aman.
Di tengah gempa susulan, tim Kemenag terus melakukan pembaruan data (rapid assessment). Hasil sementara menunjukkan sebanyak 509 rumah ibadah terdampak gempa, terdiri dari 422 Katolik, 33 Kristen, 51 Islam, 1 Hindu, dan 2 Buddha. Kerusakan juga menimpa 94 satuan pendidikan keagamaan lintas agama, 7 kantor Kemenag, 12 KUA, 1 fasilitas FKUB, serta 343 rumah ASN Kemenag. Bencana ini juga memakan korban jiwa dari keluarga besar Kemenag, yaitu satu kepala madrasah dan empat siswa madrasah yang dilaporkan meninggal dunia. “Kami juga sudah menemui seluruh keluarga korban dan memberikan santunan,” jelas Kariyanto.
Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar di Flores diharapkan dapat menguatkan mental masyarakat di tengah masa pemulihan. Dukungan dari pusat diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas ibadah dan sekolah di Flores. Di akhir pernyataannya, Fransiskus Kariyanto berpesan agar musibah ini menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan masyarakat NTT.
















