Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 mencatatkan partisipasi yang luar biasa dengan 230.123 pelajar mendaftar, dan 229.593 di antaranya berhasil lolos verifikasi. Peserta berasal dari 34 provinsi dan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan. Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh siswa madrasah, tetapi juga melibatkan 13.271 siswa dari sekolah umum, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi ini menunjukkan semakin diterimanya kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama di kalangan pelajar. “Ini adalah bukti bahwa OMI semakin mendapat tempat di hati pelajar,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Suyitno menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas kompetisi agar dapat terus berkontribusi dalam pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
Sebaran peserta OMI 2026 menunjukkan dominasi dari Jawa Timur, diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun, partisipasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Provinsi lain seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Riau, Aceh, Lampung, Banten, dan Sumatera Barat juga mencatatkan jumlah peserta yang signifikan. Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khadijah, menyatakan bahwa persebaran ini menunjukkan OMI sebagai wadah kompetisi yang menjangkau pelajar dari berbagai wilayah. “Ini adalah modal penting untuk membangun talenta madrasah yang lebih kuat dan merata,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rangkaian OMI 2026 akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari tingkat kabupaten/kota pada 7–8 September 2026, dilanjutkan dengan tingkat provinsi pada 5–6 Oktober 2026. Peserta terbaik dari tahap ini akan melaju ke tingkat nasional yang dijadwalkan pada 10–11 November 2026, dengan pengumuman pemenang dan penutupan pada 12 November 2026. Kompetisi ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa dengan beragam potensi akademik.



















