Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Mengapa Singapura Terdampak Karhutla Indonesia? Ini Penyebab Asap, PSI Tidak Sehat hingga Risiko Gambut

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Berita
Reading Time: 7 mins read
398 26
A A
0
Singapura Diselimuti Asap Karhutla Indonesia, PSI Tembus Kategori Tidak Sehat

Singapura Diselimuti Asap Karhutla Indonesia, PSI Tembus Kategori Tidak Sehat (ilustrasi gambar)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Singapura terdampak kabut asap lintas batas ketika asap karhutla Indonesia dari Sumatera dan Kalimantan terbawa angin.
  • PSI 24 jam wilayah tengah Singapura mencapai 103 dan masuk kategori tidak sehat pada 5 September 2026.
  • El Nino menciptakan kondisi lebih kering, tetapi para ahli menegaskan kebakaran tetap membutuhkan sumber api.
  • Lebih dari 210.000 hotspot terdeteksi di kawasan gambut Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus.
  • CAMS mencatat lebih dari 23 juta metrik ton emisi karbon dilepaskan pada 28 Agustus hingga 3 September.
  • PSI 24 jam dan PM2,5 per jam memiliki fungsi berbeda dalam menggambarkan kualitas udara.
  • Dampak kabut asap juga dirasakan Malaysia dan Filipina serta mengganggu kesehatan dan kegiatan pendidikan.

Headline.co.id, Jakarta ~ Singapura kembali terdampak kabut asap lintas batas ketika kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Indonesia terus terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Pada Sabtu, 5 September 2026, Indeks Standar Polutan atau PSI 24 jam di sejumlah kawasan Singapura masuk kategori tidak sehat, sementara gumpalan asap sedang hingga pekat terpantau bergerak dari wilayah Indonesia mengikuti arah angin. Kondisi itu menunjukkan bagaimana kombinasi kebakaran, cuaca kering, lahan gambut, dan pergerakan atmosfer dapat membuat dampak karhutla meluas melampaui wilayah Indonesia.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Waspada Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi, Bapanas Ungkap Risiko Kesehatannya
    • 1.2. Skandal Beras Fortifikasi, Bapanas Perkirakan Potensi Kerugian Konsumen Capai Rp89 Triliun
  • 2. Apa yang Terjadi pada Kualitas Udara Singapura?
  • 3. Dari Mana Asap yang Mencapai Singapura Berasal?
  • 4. Apa Peran El Nino dalam Karhutla Indonesia?
  • 5. Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan?
  • 6. Seberapa Besar Emisi Karhutla Indonesia?
  • 7. Apa Perbedaan PSI 24 Jam dan PM2,5 Per Jam?
  • 8. Dampak Karhutla Meluas ke Asia Tenggara

Data yang tersedia memperlihatkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kualitas udara Singapura. Karhutla Indonesia telah menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar, memengaruhi kesehatan jutaan orang, mengganggu kegiatan sekolah, serta berdampak hingga Malaysia dan Filipina.

You might also like

Sebanyak 25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar

Waspada Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi, Bapanas Ungkap Risiko Kesehatannya

22 October 2026
Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Skandal Beras Fortifikasi, Bapanas Perkirakan Potensi Kerugian Konsumen Capai Rp89 Triliun

22 October 2026

Apa yang Terjadi pada Kualitas Udara Singapura?

NEA Singapura mencatat PSI 24 jam wilayah tengah mencapai 103 pada pukul 19.00, Sabtu. Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat karena rentang PSI 101 hingga 200 diklasifikasikan sebagai tidak sehat.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Pada pukul 06.00, wilayah barat dan timur juga sempat berada pada kategori yang sama. PSI di wilayah barat tercatat 103 dan wilayah timur 102. Pada malam hari, angka tersebut turun menjadi 91 di barat dan 83 di timur.

Wilayah utara memiliki PSI 78 dan wilayah selatan 79, sehingga keduanya masih berada dalam kategori sedang. PSI 24 jam telah masuk kategori tidak sehat sejak Jumat pagi. Level di atas 100 tersebut merupakan yang pertama tercatat sejak 8 Oktober 2023.

NEA kemudian mulai menerbitkan peringatan kabut asap harian yang memuat prakiraan PSI 24 jam. Informasi itu digunakan untuk membantu masyarakat merencanakan aktivitas pada hari berikutnya.

Dari Mana Asap yang Mencapai Singapura Berasal?

Gumpalan asap sedang hingga pekat terpantau di bagian selatan dan tengah Sumatera serta sejumlah wilayah Kalimantan. Sebagian besar kawasan sekitarnya juga berada dalam kondisi kering pada Sabtu.

Asap kemudian bergerak mengikuti arah angin menuju Singapura. NEA memperkirakan angin dominan dalam beberapa hari berikutnya berasal dari tenggara atau selatan. Kondisi kering juga diperkirakan masih bertahan di Singapura dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, selama titik kebakaran di Indonesia masih menghasilkan asap dan pola angin tetap mendukung pergerakannya, Singapura berpotensi terus mengalami kabut asap lintas batas. NEA memperkirakan PSI 24 jam dapat berada pada ujung atas kategori sedang hingga ujung bawah kategori tidak sehat.

Apa Peran El Nino dalam Karhutla Indonesia?

Fenomena El Nino dinilai ikut menciptakan kondisi lebih kering di Indonesia dan mempercepat penyebaran api. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan El Nino tahun ini berpotensi menjadi yang terkuat dalam empat dekade terakhir.

Meski demikian, El Nino tidak secara langsung menghasilkan sumber api. Pendiri Nusantara Atlas, David Gaveau, menekankan bahwa kondisi cuaca dan aktivitas manusia perlu dibedakan ketika menjelaskan penyebab kebakaran.

“El Nino tidak menyulut api. Fenomena ini menciptakan kondisi kering yang memungkinkan api akibat ulah manusia meluas dan menjadi sangat besar,” ujar Gaveau.

Praktik pembersihan lahan dengan cara membakar disebut turut memperparah kerusakan. Ketika kondisi lingkungan sudah kering, api yang berasal dari aktivitas manusia lebih mudah menyebar ke area yang lebih luas.

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan?

Salah satu faktor yang memperberat penanganan karhutla Indonesia adalah keberadaan lahan gambut. Gambut merupakan ekosistem lahan basah dengan lapisan bahan organik parsial yang dapat menjadi sangat mudah terbakar ketika mengering.

Pantau Gambut mencatat lebih dari 210.000 titik panas di kawasan gambut di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi risiko kebakaran pada ekosistem yang sensitif terhadap pengeringan.

Juru bicara Pantau Gambut, Wahyu Perdana, menjelaskan karakter dasar gambut. “Gambut adalah ekosistem yang secara alami basah dan menyimpan bahan organik dalam jumlah besar. Ketika lahan gambut dikeringkan, bahan organik ini berubah menjadi bahan bakar,” ungkap Wahyu.

Kondisi itulah yang membuat karhutla di kawasan gambut menghadirkan tantangan serius. Ketika bahan organik menjadi kering, material tersebut dapat mempertahankan proses pembakaran dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Seberapa Besar Emisi Karhutla Indonesia?

Data Fire Emission Watch milik CAMS menunjukkan karhutla Indonesia melepaskan lebih dari 23 juta metrik ton emisi karbon pada periode 28 Agustus hingga 3 September.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015 ketika emisi karbon tercatat 20,7 juta metrik ton. Ilmuwan senior CAMS, Mark Parrington, menyatakan kenaikan emisi telah terlihat sejak akhir Juli.

“Kami melihat emisi kebakaran yang sangat ekstrem sebanding dengan tahun-tahun El Nino kuat sebelumnya, termasuk cakupan asap, kabut asap, dan dampaknya terhadap kualitas udara,” kata Parrington.

Pada akhir Agustus, tingkat emisi telah mencapai kondisi sebanding dengan tahun-tahun El Nino kuat seperti 2015 dan 2019. Sementara itu, estimasi independen Nusantara Atlas menyebut luas area terbakar di Indonesia sudah hampir mencapai 300.000 hektar.

Apa Perbedaan PSI 24 Jam dan PM2,5 Per Jam?

PSI 24 jam merupakan indikator kualitas udara harian yang digunakan Singapura dan menjadi dasar peringatan kesehatan dari NEA. Nilainya dihitung berdasarkan enam polutan, yaitu PM2,5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.

PSI 24 jam menggambarkan rata-rata kondisi selama 24 jam terakhir. Nilai 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Berbeda dengan PSI 24 jam, pembacaan PM2,5 per jam menggambarkan rata-rata konsentrasi partikel PM2,5 selama satu jam. Dengan demikian, indikator tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi udara pada waktu yang lebih spesifik.

PM2,5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel ini menjadi polutan utama dalam peristiwa kabut asap dan menjadi perhatian karena berkaitan dengan risiko kesehatan.

Dampak Karhutla Meluas ke Asia Tenggara

Dampak karhutla Indonesia telah dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan lebih dari lima juta jiwa di Kalimantan dan Sumatera terpapar langsung risiko kesehatan akibat kabut asap.

Gangguan juga terjadi pada sektor pendidikan. Lebih dari 1,4 juta siswa harus mengikuti pembelajaran jarak jauh setelah sekolah ditutup akibat kondisi udara.

Di Malaysia, lonjakan polusi mendorong penetapan status darurat di wilayah Sarawak dan hampir 650 sekolah dijadwalkan tutup pada pekan berikutnya. Sementara itu, Filipina sempat mencatat kualitas udara pada tingkat sangat tidak sehat hingga sangat berbahaya untuk PM2,5, yang menyebabkan penutupan sekolah di berbagai kota dan provinsi sebelum kondisi perlahan kembali normal.

Singapura menjadi bagian dari kawasan yang ikut menghadapi dampak tersebut. Satuan Tugas Kabut Asap di negara itu telah menjalankan rencana aksi dan imbauan untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Selama kondisi kering bertahan, kebakaran Indonesia belum padam, dan pola angin masih membawa asap ke arah Singapura, kualitas udara lintas batas tetap menjadi isu yang perlu dipantau.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Asia TenggaraEl NinoKabut AsapKarhutla IndonesiaLahan GambutPM2.5PSISingapura

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Sebanyak 25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar

Waspada Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi, Bapanas Ungkap Risiko Kesehatannya

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan masyarakat terhadap potensi risiko kesehatan akibat kandungan mineral zinc berlebihan pada produk...

Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Skandal Beras Fortifikasi, Bapanas Perkirakan Potensi Kerugian Konsumen Capai Rp89 Triliun

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan potensi kerugian konsumen akibat dugaan penyimpangan perdagangan beras fortifikasi di Indonesia mencapai...

pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi

25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar, Bapanas Ungkap Temuan Mengejutkan

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan serius terkait kualitas beras fortifikasi yang beredar di Indonesia setelah 25...

25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Kasus Beras Fortifikasi: 25 Merek Tak Penuhi Standar, Bareskrim Usut Kandungan Gizi dan Dugaan Kerugian Rp89 Triliun

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan menjadi perhatian serius Badan Pangan Nasional...

Berita Terkini

Prabowo Tekankan Kerja Sama Kabinet di Dua Tahun Pemerintahan

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama kabinet dalam mendukung keberhasilan pemerintahan. Hal itu disampaikan...

Berita Terkini

Pasar Murah Pemkab Kobar Sediakan Sembako Harga Terjangkau

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), Kalimantan Tengah, menggelar pasar murah di halaman Kantor Bupati Kotawaringin...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., selaku Penjabat Bupati Kulon Progo telah menyerahkan Surat Keputusan Bupati dan mengangkat sembilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

PJ Bupati Kulon Progo Melantik Sembilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

1 November 2023
Polres Ogan Ilir Buka Layanan Berobat Gratis Dampak Asap Karhutla

Polres Ogan Ilir Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Asap Karhutla

9 September 2026
Bupati Bojonegoro Dorong Kepala Desa PAW Prioritaskan Transparansi dan Inovasi

Bupati Bojonegoro Dorong Kepala Desa PAW Prioritaskan Transparansi dan Inovasi

30 April 2026
Brimob Polda Jateng Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Semarang

Brimob Polda Jateng Distribusikan 50 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Semarang

5 September 2026
Proses Pembuatan Drumband

Alat Drumband Lengkap Panduan Memilih yang Tepat untuk Tim Anda.

18 July 2025
APBN 2026: Strategi Pemerintah Perkuat Ekonomi dan Pembangunan Nasional

APBN 2026: Strategi Pemerintah Perkuat Ekonomi dan Pembangunan Nasional

3 July 2026
Pemkab Hulu Sungai Utara dan STIPER Amuntai Bersinergi untuk Pertanian Modern

Pemkab Hulu Sungai Utara dan STIPER Amuntai Bersinergi untuk Pertanian Modern

16 June 2026

Artikel Terbaru

Bincang 100 Hari Ditjen Pesantren: Perkuat Data, Layanan, dan Kemandirian Santri

Ditjen Pesantren Fokus Benahi Data dan Perlindungan Santri

22 October 2026
Sebanyak 25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar

Waspada Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi, Bapanas Ungkap Risiko Kesehatannya

22 October 2026
Arema FC Perpanjang Tren Buruk 5 Laga Tanpa Kemenangan

Arema FC Kalah 1-5 dari Persija, Tanpa Menang dalam 5 Laga

22 October 2026
Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Skandal Beras Fortifikasi, Bapanas Perkirakan Potensi Kerugian Konsumen Capai Rp89 Triliun

22 October 2026
pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi

25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar, Bapanas Ungkap Temuan Mengejutkan

22 October 2026
25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Kasus Beras Fortifikasi: 25 Merek Tak Penuhi Standar, Bareskrim Usut Kandungan Gizi dan Dugaan Kerugian Rp89 Triliun

22 October 2026
Berita Terkini

Sinergi PLN dan Pemko Padang Panjang Sasar 100 KK

22 October 2026

Popular Story

Prabowo Respons Cepat Karhutla Tanjung Puting, Siapkan 200 Titik Bor Air
Nasional

Karhutla Tanjung Puting, Prabowo Kirim 200 Pompa Air

by Aditya
15 October 2026
0

Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengiriman 200 pompa air...

Read moreDetails

Pembatasan Akses Digital Anak hingga Usia 16 Tahun

Meutya Hafid Dorong Pengarsipan Digital dengan Prinsip T3

Gempa Kodi M3,5 Berpusat 220 Km di Selatan Sumba Barat Daya

Pemeriksaan Kesehatan Calon Praja IPDN 2026 Digelar Polda Sumsel

Kapolda Bengkulu Perkuat Arahan Commander Wish Kapolri

Karhutla Kalteng-Sumsel, BNPB Utamakan Pemadaman Darat

Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Fitrah Maulana Catat Clean Sheet Saat Persib Kalahkan Persik

Polda Sulteng Tetapkan 4 Tersangka Kericuhan Morowali

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.