Headline.co.id ~ Banda Aceh (Kemenag) — UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyerahkan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi kepada Hikma Indrawani, mahasiswa penyandang disabilitas daksa, pada Kamis (8/10/2026). Bantuan tersebut diberikan dalam rangkaian Wisuda Gelombang III Tahun 2026 di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Banda Aceh. Kendaraan itu disalurkan melalui Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry untuk memudahkan Hikma mengikuti perkuliahan dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Hikma merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry. Sebelum menerima motor modifikasi tersebut, ia harus berjalan kaki menuju kampus dan berangkat 30 hingga 40 menit lebih awal karena keterbatasan mobilitas.
Bantuan kendaraan itu diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman. Dana pengadaannya dihimpun dari dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, serta masyarakat di luar kampus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
UIN Ar-Raniry Pastikan Akses Pendidikan Setara
Mujiburrahman mengatakan pemberian motor modifikasi menjadi bagian dari upaya UIN Ar-Raniry memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh akses dan dukungan yang setara selama menempuh pendidikan.
“Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya,” kata Mujiburrahman.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya memiliki kewajiban menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga perlu membangun lingkungan belajar yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Bantuan ini tidak hanya berasal dari kampus, tetapi juga dari para dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, dan masyarakat yang ikut memberikan sumbangan,” ujarnya.
Mujiburrahman berharap kendaraan tersebut dapat membantu Hikma mengikuti perkuliahan dan melakukan berbagai aktivitas secara lebih mandiri.
22 Mahasiswa Disabilitas Kuliah di UIN Ar-Raniry
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua ITF, Muhammad Yasir Yusuf, mengatakan terdapat 22 mahasiswa penyandang disabilitas yang saat ini menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Para mahasiswa itu memperoleh dukungan dalam berbagai bentuk, termasuk akses beasiswa melalui ITF. Yasir menegaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk membuka akses pendidikan bagi semua kalangan.
“UIN Ar-Raniry harus bisa diakses oleh semua kalangan,” kata Yasir.
Selain bantuan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, ITF juga menjalankan sejumlah program dukungan pendidikan dan sosial. Sepanjang 2023–2025, ITF menyalurkan bantuan kepada sekitar 6.000 mahasiswa dengan total nilai sekitar Rp7 miliar.
Bantuan tersebut mencakup bantuan pendidikan, beasiswa tahfiz, beasiswa disabilitas, beasiswa prestasi, bantuan sosial, bantuan syiar dakwah, program pembinaan, bantuan tanggap bencana, hingga beasiswa internasional.
Motor Modifikasi Memudahkan Aktivitas Hikma
Bagi Hikma, motor roda tiga yang telah disesuaikan dengan kebutuhannya bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan tersebut membuatnya memiliki ruang yang lebih besar untuk bergerak secara mandiri.
Sebelum menerima bantuan, Hikma sesekali mendapatkan tumpangan dari orang lain ketika berjalan menuju kampus.
“Alhamdulillah, terkadang Allah mengirimkan orang-orang baik yang memberikan tumpangan,” tutur Hikma.
Kini, ia berharap dapat mengikuti perkuliahan dan menjalani aktivitas harian dengan lebih leluasa. Motor tersebut juga dapat digunakan untuk membeli keperluan serta melakukan kegiatan di dalam dan luar kampus.
“Alhamdulillah, dengan motor ini saya bisa lebih mudah ke kampus, membeli keperluan, dan beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Jarak bukan lagi penghalang bagi saya untuk terus berkembang,” katanya.
Hikma mengaku terharu menerima bantuan tersebut. Mahasiswa yang merupakan penghafal Al-Qur’an 30 juz itu menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Ar-Raniry, pengurus ITF, serta para muhsinin yang ikut mewujudkan keinginannya untuk memiliki kendaraan sendiri.
Ingin Mengabdi kepada Masyarakat
Setelah menyelesaikan pendidikan, Hikma berencana mengabdikan ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat. Ia ingin memberikan manfaat kepada sesama melalui ilmu dan pengalaman yang dimiliki.
“Setelah menyelesaikan kuliah, saya ingin mengabdi untuk masyarakat dan memberikan manfaat kepada sesama. Motto hidup saya, berkasih sayang menebar manfaat,” ujarnya.
Hikma juga berharap dukungan terhadap mahasiswa penyandang disabilitas di UIN Ar-Raniry terus diperkuat. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi.
“Kita bukan kekurangan, tetapi istimewa. Tidak ada manusia yang sempurna. Jadikan ketidaksempurnaan itu menjadi keunggulan diri dan buktikan bahwa kita bisa seperti mereka, bahkan mungkin lebih,” tutup Hikma.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















