Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta (Kemenag) — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin melantik 19 pejabat struktural di lingkungan Ditjen Pesantren di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, Kamaruddin meminta para pejabat memperkuat pemahaman terhadap ekosistem pesantren secara komprehensif. Pemahaman itu dinilai penting agar pelaksanaan tugas dan kewenangan mereka dapat mendukung fungsi pesantren di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Pelantikan 19 pejabat Ditjen Pesantren tersebut juga disertai pengambilan sumpah jabatan. Para pejabat bersumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menaati peraturan perundang-undangan, menjunjung etika jabatan, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
Sekjen Kemenag Minta Pejabat Pahami Ekosistem Pesantren
Kamaruddin mengatakan, amanah jabatan yang diberikan negara merupakan tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pesantren. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera mempelajari aturan dan regulasi yang berkaitan dengan jabatan masing-masing.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hari pertama Anda masuk kantor, pelajari semua aturan dan regulasi yang terkait dengan jabatan yang diamanahkan. Pelajari secara mendalam tentang pesantren, apa itu pondok pesantren, siapa pemangku kepentingannya, serta dengan siapa harus bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Kamaruddin, pesantren merupakan entitas yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjalankan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga fungsi tersebut, kata dia, perlu dipahami secara utuh oleh para pejabat Ditjen Pesantren. Dengan pemahaman yang menyeluruh, program dan kebijakan yang dijalankan diharapkan dapat menjawab kebutuhan pesantren.
Pejabat Ditjen Pesantren Diminta Baca Dinamika Sosial
Kamaruddin mengingatkan bahwa para pejabat yang dilantik menempati posisi baru dalam struktur kelembagaan Ditjen Pesantren. Mereka karena itu perlu membangun pemahaman yang kuat terhadap regulasi, dinamika sosial-keagamaan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem pesantren.
Ia juga meminta para pejabat memperluas pengetahuan dan literasi melalui pembelajaran berkelanjutan. Menurut Kamaruddin, pemahaman terhadap regulasi dan literatur perlu disertai kemampuan membaca konteks serta realitas yang dihadapi masyarakat.
“Terus membaca realitas, membaca dinamika sosial keagamaan, membaca literatur supaya literasi kita komprehensif. Gabungkan pengetahuan teks dengan pengetahuan konteks dan realitas, sehingga kita bisa berkontribusi secara maksimal untuk memajukan pesantren,” tuturnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya kemampuan para pejabat untuk menghubungkan pengetahuan normatif dengan kondisi nyata di masyarakat. Kamaruddin menilai, pemahaman terhadap konteks sosial-keagamaan akan membantu pejabat menjalankan tugas sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pesantren.
Kinerja Diukur dari Dampak bagi Masyarakat
Selain meminta penguatan pemahaman terhadap pesantren, Kamaruddin menegaskan bahwa keberhasilan dalam menjalankan jabatan perlu diukur dari dampak yang diberikan kepada orang lain. Ia berharap jabatan tersebut dijadikan ruang aktualisasi diri sekaligus pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.
“Kualitas seorang hamba sangat ditentukan oleh kualitas dampak yang kita berikan kepada orang lain. Kita harus memiliki kualitas, tetapi kualitas itu tidak bermanfaat kalau tidak ditransformasikan menjadi sesuatu yang memberikan dampak kepada orang lain,” katanya.
Kamaruddin kemudian mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap seluruh pejabat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di lingkungan pesantren.
Dengan pemahaman yang menyeluruh mengenai pesantren dan kemampuan membangun kerja sama, para pejabat Ditjen Pesantren diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















