Headline.co.id, Probolinggo ~ Pemerintah Kota Probolinggo mendorong pelaku usaha dan kontraktor lokal menguasai kemampuan digital agar mampu bersaing dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik. Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia di Ruang Bima Sena Lantai 2 Paseban Sena, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 65 peserta yang terdiri atas penyedia barang dan jasa lokal serta Tim Kelompok Kerja pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan peningkatan kapasitas digital diperlukan agar pengusaha lokal dapat mengikuti proses pengadaan secara elektronik sekaligus memperbesar partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.
Pengadaan digital diarahkan menggerakkan ekonomi daerah
Aminuddin menegaskan, Pemkot Probolinggo mewajibkan pelaku usaha dan kontraktor lokal meningkatkan kemampuan digital. Menurut dia, keterampilan tersebut menjadi bagian penting agar penyedia lokal tidak tertinggal dalam sistem pengadaan pemerintah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pemerintah Kota Probolinggo mewajibkan para pelaku usaha dan kontraktor lokal untuk meningkatkan kemampuan digital agar dapat bersaing dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik,” terang Aminuddin saat membuka kegiatan.
Selain meningkatkan daya saing, kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga agar belanja pemerintah memberikan dampak langsung terhadap perekonomian di wilayah Kota Probolinggo.
“Kebijakan ini bertujuan menerapkan manajemen finansial yang menjaga agar perputaran anggaran daerah tetap berada di dalam kota dan tidak mengalir ke luar wilayah,” imbuhnya.
Dengan meningkatnya keterlibatan penyedia lokal, pemerintah daerah berharap perputaran anggaran dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Probolinggo.
Peserta dibekali regulasi dan mekanisme pengadaan
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kota Probolinggo Ari Puspita mengatakan bimbingan teknis tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman penyedia mengenai regulasi dan mekanisme pengadaan pemerintah.
Materi yang diberikan mencakup beberapa jalur pengadaan, mulai dari pengadaan langsung, pengadaan tender, hingga purchasing dengan mini kompetisi.
“Tujuannya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para penyedia terkait regulasi pengadaan barang dan jasa, baik melalui pengadaan langsung, pengadaan tender maupun purchasing dengan mini kompetisi,” jelas Ari.
Pemahaman atas ketentuan tersebut diharapkan membuat penyedia lokal lebih aktif mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Probolinggo.
Selain memahami regulasi dan tahapan pengadaan, Aminuddin mengingatkan para penyedia untuk memastikan kelengkapan serta ketepatan dokumen. Dokumen pengadaan, kata dia, harus disiapkan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan kompetisi yang berlaku.
Penyedia lokal dinilai unggul dalam koordinasi
Salah satu peserta bimbingan teknis, Ahmad Maulana Jefri dari Waskita Mandiri, menyambut positif upaya Pemkot Probolinggo melibatkan pelaku usaha lokal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Jefri menilai penyedia lokal memiliki keunggulan karena lebih memahami kondisi wilayah tempat pekerjaan dilaksanakan. Penyedia lokal juga dinilai lebih mudah melakukan koordinasi dibandingkan penyedia dari luar daerah.
“Itu kalau menurut saya cukup baik kalau misalnya pengadaan itu harus pakai lokal juga. Karena yang tahu di lokasi banyak yang lokal, itu yang utama. Terus untuk koordinasinya, kalau yang lokal lebih mudah dibandingkan dari luar,” jelasnya.
Ia berharap bimbingan teknis serupa dapat terus dilaksanakan dengan mekanisme yang semakin sederhana dan efisien. Dengan demikian, pelaku usaha dapat lebih mudah memahami tahapan serta persyaratan dalam pengadaan pemerintah.
Melalui peningkatan kapasitas penyedia, Pemkot Probolinggo berharap semakin banyak pelaku usaha daerah mampu bersaing dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian masyarakat di Kota Probolinggo.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















