Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar telah mengundang Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, untuk menghadiri International Grand Imam Conference (IGIC) yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 25–29 September 2026. Undangan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy, di Kantor Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa konferensi ini akan menjadi forum penting yang mempertemukan para imam besar dan tokoh keagamaan dari berbagai negara. Dengan tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”, konferensi ini bertujuan untuk membahas peran para imam dalam menciptakan harmoni, keamanan, dan perdamaian global.
Menag menyebutkan bahwa konferensi ini direncanakan diikuti oleh perwakilan dari sekitar 50 negara, dan hingga saat ini, 17 negara telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Para peserta akan menerima undangan resmi serta penjelasan mengenai tujuan penyelenggaraan konferensi tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kehadiran Grand Syekh Al-Azhar dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam konferensi ini. Oleh karena itu, Kementerian Agama berencana melakukan kunjungan ke Mesir dan Arab Saudi pada 1–4 September untuk menyampaikan undangan secara langsung kepada para tokoh yang akan diundang. “Kami berencana menyampaikan undangan secara langsung pada 1–4 September, baik di Kairo maupun di Arab Saudi,” jelas Menag.
Ketua Steering Committee International Grand Imam Conference, Mohammad Sabilul Alif, menambahkan bahwa pertemuan dengan Kedutaan Besar Mesir merupakan bagian dari persiapan menghadirkan dua tokoh besar dunia Islam, yaitu Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Syekh Abdurrahman As-Sudais. “Hari ini Panitia International Grand Imam Conference mendampingi Menteri Agama bertemu Kedutaan Mesir. Agenda hari ini adalah menyampaikan bahwa kita akan mengundang dua tokoh grand imam besar, yaitu Grand Syekh Al-Azhar dan Syekh Sudais, yang nantinya akan menjadi tamu kehormatan kita,” kata Sabilul Alif.
Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan akan menyesuaikan agenda pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar, termasuk memperhatikan jadwal keberadaan Grand Syekh di Kairo. “Saya menanyakan rencana perjalanan Anda agar dapat menyesuaikan jadwal pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar. Biasanya, Grand Syekh kembali ke kampung halamannya di Luxor setiap akhir pekan untuk bertemu keluarganya,” ujar Dubes Yasser.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Mr. Amr Mokhtar, Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid, serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat.














