Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Putra Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter terluka dalam insiden tabrak mobil pada Rabu, 23 September 2026, di wilayah Tepi Barat yang diduduki, sebelah barat Ramallah. Polisi Israel menyebut peristiwa itu sebagai serangan tabrak mobil terhadap seorang prajurit di pos pemeriksaan dekat persimpangan di sekitar permukiman Israel Beit Horon. Seorang pria Palestina kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel, sementara putra Leiter dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis. Shaare Zedek Hospital menyatakan prajurit tersebut menjalani operasi kompleks dan nyawanya masih terancam.
Yechiel Leiter mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa tim medis berupaya menyelamatkan putranya, yang ia sebut Neria Dov ben Chana. Pernyataan itu disampaikan setelah kabar mengenai insiden di dekat Beit Horon dan kondisi prajurit yang terluka mulai diketahui publik.
Berdasarkan pernyataan singkat polisi Israel, insiden berlangsung di sebuah pos pemeriksaan pada persimpangan dekat Beit Horon. Polisi menyatakan seorang prajurit terluka setelah kendaraan menabraknya, kemudian seorang pria Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel. Dalam bahan yang tersedia, polisi tidak memberikan uraian lebih rinci mengenai rangkaian kejadian selain menyebutnya sebagai serangan tabrak mobil.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Putra Yechiel Leiter Jalani Operasi Kompleks
Leiter meminta perhatian terhadap kondisi putranya yang masih berada dalam penanganan medis. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa tim medis 'kini berjuang menyelamatkan nyawa Neria Dov ben Chana'.
Shaare Zedek Hospital kemudian memberikan pembaruan mengenai kondisi pasien. Rumah sakit menyatakan prajurit tersebut telah menjalani operasi kompleks, tetapi kondisinya masih serius karena nyawanya tetap berada dalam risiko.
Pembaruan dari rumah sakit menjadi informasi utama mengenai tingkat keparahan luka yang dialami prajurit tersebut. Keterangan bahwa ia telah menjalani operasi kompleks disertai pernyataan bahwa nyawanya masih terancam, sehingga penanganan medis terhadap putra Leiter terus menjadi perhatian setelah kejadian di Tepi Barat.
Insiden tersebut menambah duka pribadi bagi keluarga Leiter. Putra Leiter lainnya, Moshe Yedidya yang berusia 39 tahun, tewas ketika bertugas di Gaza pada November 2023, beberapa pekan setelah perang di wilayah itu dimulai pada 7 Oktober 2023.
Netanyahu Menjenguk Sebelum Berangkat ke Amerika Serikat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjenguk prajurit yang terluka di rumah sakit sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Menurut kantor Netanyahu, kunjungan itu dilakukan menjelang rencana pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam unggahan di X, Netanyahu menyampaikan dukungan kepada keluarga Leiter dan meminta masyarakat mendoakan kesembuhan prajurit tersebut. Ia menulis, 'Saya baru saja mengunjungi keluarga tercinta Neria Leiter… Saya meminta Anda berdoa untuk kesembuhan Neria Dov ben Chana. Seluruh bangsa bersama Anda'.
Dalam unggahan sebelumnya, Netanyahu juga menulis, 'Istri saya Sara dan saya, bersama seluruh rakyat Israel, berdoa untuk sebuah keajaiban'. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kondisi putra Leiter menjadi perhatian pemerintah Israel setelah insiden tersebut.
Kunjungan Netanyahu berlangsung pada hari yang sama sebelum keberangkatannya menuju Amerika Serikat. Kantornya mengaitkan keberangkatan itu dengan agenda pidato yang telah direncanakan di Majelis Umum PBB, sementara pernyataan publik Netanyahu berfokus pada dukungan dan doa bagi keluarga Leiter.
Kementerian Kesehatan Palestina Identifikasi Terduga Pelaku
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pria yang diduga melakukan serangan sebagai Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman, 29 tahun. Kementerian itu juga menyatakan bahwa otoritas Israel menahan jenazah Mahmoud setelah ia ditembak mati oleh pasukan Israel.
Polisi Israel dalam pernyataan singkatnya menyebut seorang pria Palestina ditembak setelah peristiwa yang mereka gambarkan sebagai serangan tabrak mobil. Menurut polisi, insiden itu melukai seorang prajurit di sebuah pos pemeriksaan pada persimpangan dekat Beit Horon.
Beit Ur al-Tahta Disebut Ditutup setelah Penggerebekan
Perkembangan berikutnya terjadi di Beit Ur al-Tahta. Wali Kota Hazem Suleiman, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan Mahmoud Suleiman, mengatakan pasukan Israel memasuki desa tersebut dan menggeledah rumah keluarga pria yang diidentifikasi sebagai terduga pelaku.
Hazem Suleiman mengatakan akses menuju desa ditutup setelah operasi tersebut. Ia menyatakan, 'Kota ini ditutup, seluruh pintu masuknya diblokir. Tidak ada aktivitas sosial maupun komersial dan tidak ada tanda-tanda kehidupan normal'.
Keterangan wali kota menggambarkan dampak operasi itu terhadap aktivitas di Beit Ur al-Tahta. Menurutnya, penutupan seluruh pintu masuk membuat kegiatan sosial dan perdagangan tidak berjalan seperti biasa, sementara penggeledahan tidak hanya dilakukan di rumah keluarga Mahmoud Suleiman tetapi juga di rumah-rumah lain.
Menurut Hazem Suleiman, pasukan Israel juga menggeledah rumah-rumah lain di desa tersebut. Bahan yang tersedia tidak memuat keterangan lebih lanjut mengenai hasil penggeledahan atau perkembangan lain dari operasi itu.
Dengan demikian, perkembangan utama setelah insiden berpusat pada dua hal: kondisi Neria Dov ben Chana yang masih berisiko setelah menjalani operasi kompleks dan langkah keamanan Israel di sekitar Beit Ur al-Tahta setelah penembakan terhadap Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















