Headline.co.id, Pamekasan ~ Arema FC kalah 0-3 dari Madura United pada laga lanjutan BRI Super League pekan ke-9 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat malam, 6 November 2026. Kekalahan tersebut membuat pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, menyoroti rapuhnya konsentrasi dan mental pemain, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Menurut Caldas, Arema FC sempat mengubah sistem permainan agar lebih kompak dalam bertahan untuk meredam agresivitas Madura United di kandang. Namun, strategi itu tidak mampu mencegah timnya kebobolan dua gol cepat menjelang turun minum.
Hasil 0-3 itu menjadi sorotan karena Arema FC dinilai tidak mampu mempertahankan fokus setelah gawang mereka kemasukan. Caldas menyebut persoalan yang dihadapi tim bukan hanya berkaitan dengan taktik, melainkan juga kesiapan mental para pemain dalam menjaga ritme pertandingan.
“Kami tahu ini pertandingan yang sangat sulit karena Madura United tampil sangat baik di kandang. Kami mengubah sistem dan bermain lebih kompak secara defensif hingga 45 menit pertama, namun kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima,” ujar Caldas dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Caldas Soroti Respons Pemain Setelah Kebobolan
Caldas menjelaskan, pendekatan bertahan yang disiapkan Arema FC sempat berjalan cukup baik pada babak pertama. Perubahan sistem dilakukan untuk membuat lini pertahanan lebih rapat ketika menghadapi permainan agresif Madura United.
Namun, situasi berubah menjelang akhir babak pertama. Arema FC kebobolan dua gol cepat sehingga rencana yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai harapan. Bagi Caldas, gol-gol tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam menjaga konsentrasi pada momen penting pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu menilai para pemain Arema FC cenderung kehilangan fokus setelah menerima gol. Kondisi tersebut juga berdampak pada aspek psikologis pemain, yang kemudian kesulitan mempertahankan permainan hingga peluit akhir.
Dengan demikian, Caldas tidak melihat kekalahan itu semata-mata sebagai akibat dari kegagalan strategi. Ia menilai mentalitas bertanding menjadi bagian penting yang perlu segera diperbaiki oleh skuad berjuluk Singo Edan tersebut.
Mauro Zijlstra Akui Arema FC Kesulitan Keluar dari Tekanan
Pemain Arema FC, Mauro Zijlstra, menyampaikan penilaian senada mengenai pertandingan melawan Madura United. Ia mengakui laga tersebut berlangsung berat bagi timnya, terutama karena Arema FC kesulitan melepaskan diri dari tekanan lawan.
Menurut Zijlstra, Arema FC tetap berusaha bangkit dan menciptakan ancaman sepanjang pertandingan. Akan tetapi, upaya tersebut belum menghasilkan gol untuk mengubah keadaan.
Arema FC sempat memperoleh dua peluang emas melalui tendangan pemain yang mengenai tiang atau mistar gawang Madura United. Peluang-peluang itu tidak berbuah gol sehingga tim tamu tetap tertinggal dan akhirnya menutup laga dengan kekalahan 0-3.
Pengakuan Zijlstra memperlihatkan bahwa Arema FC memiliki kesempatan untuk memberikan respons di lapangan, tetapi tidak mampu memaksimalkan peluang yang didapat. Di sisi lain, tekanan yang dihadapi membuat skuad Singo Edan kesulitan mengembangkan permainan.
Jeda Kompetisi untuk Evaluasi Arema FC
Setelah kekalahan dari Madura United, Arema FC memiliki waktu istirahat dan jeda beberapa hari sebelum menjalani pertandingan berikutnya. Jeda tersebut akan digunakan jajaran pelatih untuk memulihkan kondisi fisik pemain sekaligus memperkuat mentalitas bertanding.
Evaluasi akan diarahkan pada kemampuan pemain menjaga konsentrasi, merespons gol lawan, serta mempertahankan ritme permainan hingga pertandingan berakhir. Aspek mental menjadi perhatian utama karena Caldas menilai pemain belum cukup siap menghadapi situasi ketika pertandingan berubah sulit.
Caldas menyatakan siap mengambil tanggung jawab atas kekalahan tersebut. Namun, ia juga meminta para pemain ikut memikul tanggung jawab moral untuk bangkit pada laga-laga berikutnya.
“Kami harus bekerja lebih keras lagi, memperbaiki aspek mental, dan memastikan para pemain lebih sadar serta siap secara penuh untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya,” pungkas Caldas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















