Headline.co.id, Banggai ~ Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, memperkuat tata kelola aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi biru, ekonomi hijau, pariwisata, dan UMKM. Dorongan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan pada 3 November 2026. Menurut Zudan, karakter wilayah kepulauan yang dipisahkan oleh laut menuntut pelayanan publik yang lebih aktif dan mendatangi masyarakat. BKN menawarkan instrumen Nine-Box Talent Management untuk memetakan potensi dan kinerja pegawai sebagai dasar pengembangan karier serta pembinaan talenta.
Peringatan HUT ke-27 tersebut dihadiri Zudan, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah se-Sulawesi Tengah, tokoh adat, dan masyarakat.
Banggai Kepulauan memiliki wilayah dengan hamparan laut dan kekayaan alam yang menjadi modal pembangunan. Namun, kondisi geografis kepulauan juga menghadirkan tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jarak antardaerah serta keterbatasan akses dapat menyulitkan masyarakat memperoleh layanan dasar. Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey menyebut kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya manusia sebagai tantangan terbesar yang perlu segera diurai.
BKN Tawarkan Pemetaan Talenta ASN
Untuk membangun pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan kompeten, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan membutuhkan dukungan serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah pusat melalui BKN.
Zudan mengatakan BKN menawarkan instrumen Nine-Box Talent Management untuk membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi dan kinerja pegawai.
“BKN menawarkan instrumen Nine-Box Talent Management untuk mengidentifikasi potensi dan kinerja pegawai sehingga pemerintah daerah memiliki dasar yang terukur dalam menyusun strategi pengembangan karier, suksesi jabatan, serta pembinaan talenta secara berkelanjutan,” jelas Zudan, seperti dikutip pada 6 November 2026.
Pengembangan talenta ASN dinilai penting agar pelayanan pemerintah tidak lagi bergantung pada pola konvensional. Dalam wilayah kepulauan, masyarakat tidak seharusnya dibebani perjalanan laut atau darat berulang kali hanya untuk mengurus administrasi, layanan kesehatan, maupun pendidikan.
Karena itu, birokrasi Banggai Kepulauan didorong menerapkan prinsip pelayanan “jemput bola”. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan hadir mendatangi masyarakat, bukan menunggu warga datang ke kantor pemerintahan.
Sekitar 6.000 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga diingatkan memiliki peran sebagai wajah negara di tengah masyarakat. Keluhan warga pesisir maupun pegunungan dinilai perlu dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki layanan publik.
Potensi Ekonomi Biru hingga Pariwisata
Selain membahas penguatan birokrasi, peringatan HUT ke-27 menjadi momentum untuk mengoptimalkan sektor unggulan Banggai Kepulauan. Daerah tersebut memiliki potensi ekonomi biru, ekonomi hijau, pariwisata, dan UMKM.
Ekonomi biru diarahkan untuk memaksimalkan potensi kelautan secara berkelanjutan. Sementara itu, ekonomi hijau menekankan pemanfaatan potensi daratan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pariwisata dan UMKM juga dipandang sebagai sektor yang dapat memperkuat perekonomian daerah.
“Harapan kita, Banggai Kepulauan semakin berkembang dengan mengoptimalkan potensi sektor unggulan daerah, khususnya ekonomi biru, ekonomi hijau, pariwisata, dan UMKM,” tegas Zudan.
Pengelolaan sektor-sektor tersebut membutuhkan kreativitas dan inovasi agar kekayaan alam serta produk masyarakat lokal memiliki nilai tambah. Pemanfaatan potensi daerah juga perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Generasi Muda Didorong Jadi Duta Digital
Zudan juga mendorong generasi muda Banggai Kepulauan mengambil peran dalam memperkenalkan potensi daerah. Dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, anak muda diharapkan dapat menjadi duta digital yang mempromosikan keindahan serta kekayaan alam Banggai Kepulauan kepada masyarakat luas.
Kreativitas dan inovasi generasi muda dinilai dapat membantu meningkatkan nilai jual potensi daerah. Peran tersebut menjadi semakin penting dalam mendorong pariwisata, UMKM, serta sektor ekonomi unggulan lainnya.
Namun, pembangunan ekonomi dan pemanfaatan teknologi perlu ditopang kondisi sosial yang kuat. Kerukunan, toleransi, dan kolaborasi antarelemen masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kerukunan, toleransi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat perlu terus dijaga sebagai modal pembangunan daerah,” ungkap Zudan.
Kolaborasi pemerintah daerah, ASN, tokoh adat, generasi muda, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi tantangan wilayah kepulauan. Melalui birokrasi yang responsif, pengembangan talenta ASN, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan potensi ekonomi secara berkelanjutan, Banggai Kepulauan diarahkan untuk menatap pembangunan pada usia ke-27.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















