Headline.co.id, Probolinggo ~ Pemerintah Kota Probolinggo bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo memperkuat sinergi keselamatan transportasi, respons pelayanan, dan konektivitas pelabuhan. Penguatan itu disampaikan dalam upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 di halaman Kantor KSOP Probolinggo, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026). Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyebut kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mencegah kecelakaan, mempercepat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Dalam momentum tersebut, Pemkot Probolinggo dan insan perhubungan mengevaluasi penyelenggaraan transportasi, khususnya dari aspek keselamatan, sekaligus mendorong penguatan konektivitas Pelabuhan Probolinggo.
Keselamatan Transportasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Aminuddin menjadi inspektur upacara Harhubnas di Kantor KSOP Probolinggo. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menekankan pentingnya menjadikan peringatan Harhubnas sebagai momentum evaluasi penyelenggaraan transportasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Evaluasi tersebut terutama diarahkan pada aspek keselamatan. “Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian salah satu penekanan dalam amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Aminuddin.
Menurut Aminuddin, penguatan sistem kerja di sektor transportasi harus dilakukan melalui konektivitas, sinergi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Ia menilai kerja bersama dibutuhkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan transportasi dapat bergerak dalam satu sistem.
“Yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana kita terus meningkatkan sistem kerja dengan memperkuat konektivitas, sinergisitas, dan kolaborasi,” ujar Aminuddin.
Transformasi Digital Perlu Diimbangi Sumber Daya Manusia
Aminuddin mengatakan transformasi digital di sektor perhubungan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, penerapan teknologi tetap membutuhkan operator dan pelaksana pelayanan yang bekerja di lapangan.
Ia menekankan pentingnya membangun kerja tim yang kuat agar seluruh unsur dapat menjalankan peran masing-masing secara terkoordinasi. “Walaupun kita sudah melakukan transformasi digital, tetapi operatornya tetap manusia. Ini yang perlu kita kuatkan, yaitu kerja tim. Bagaimana kita membangun team work yang besar, sehingga seluruh unsur dapat bergerak bersama,” jelasnya.
Penguatan kerja bersama tersebut diarahkan untuk membentuk sistem transportasi yang lebih aman dan responsif. Selain mencegah kecelakaan, koordinasi yang solid diharapkan dapat mempercepat respons petugas ketika menghadapi kondisi darurat.
“Goalnya adalah bagaimana sedapat mungkin kita mencegah terjadinya accident, menciptakan zero accident, dan meningkatkan response time petugas dalam melaksanakan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Aminuddin.
Ia juga mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan dan keselamatan transportasi, termasuk tim pencarian dan pertolongan, untuk terus memperkuat koordinasi. Langkah itu dinilai penting untuk membentuk sistem kerja yang solid.
KSOP Probolinggo Tegaskan Zero Tolerance Keselamatan
Kepala KSOP Probolinggo I Gusti Agung Komang Arbawa mengatakan Harhubnas menjadi pengingat bagi seluruh insan perhubungan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Intinya, kami harus hadir di masyarakat untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam aspek keselamatan, KSOP Probolinggo menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan di kawasan pelabuhan harus menjadi prioritas. Arbawa menyampaikan, tidak boleh ada toleransi terhadap aspek keselamatan dalam penyelenggaraan layanan.
“Penekanan dari Bapak Menteri adalah zero tolerance terkait safety. Artinya, tidak ada toleransi terhadap keselamatan. Ini harus benar-benar kita tegakkan dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan layanan,” tegas Agung.
Sinergi Diperlukan untuk Perkuat Konektivitas Pelabuhan
Selain keselamatan, Arbawa menekankan pentingnya sinergi instansi vertikal dan Pemkot Probolinggo dalam memperkuat konektivitas Pelabuhan Probolinggo. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari jaringan konektivitas antarpelabuhan.
“Kami sebagai instansi vertikal dari pemerintah pusat harus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka menjamin dan mendukung konektivitas pelabuhan,” jelas Agung.
Ia berharap semakin banyak kapal yang singgah di Pelabuhan Probolinggo. Dengan demikian, konektivitas transportasi dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi wilayah Probolinggo.
“Harapannya, akan semakin banyak kapal yang masuk sehingga konektivitas terjamin. Transportasi semakin maju dan memberikan dampak serta manfaat sebesar-besarnya bagi wilayah Probolinggo,” tuturnya.

















