Headline.co.id, Semarang ~ Teleskop computerized dan theodolite dipamerkan di Stan Bimas Islam dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang. Perangkat astronomi tersebut dihadirkan melalui kerja sama Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama dengan Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang. Pameran ini menjadi sarana edukasi astronomi dan ilmu falak bagi pengunjung, termasuk siswa, mahasiswa, peserta dan pendamping MTQ, serta masyarakat umum. Lebih dari 100 orang telah mendatangi stan untuk melihat perangkat sekaligus memperoleh penjelasan mengenai cara kerja dan pemanfaatannya.
Teleskop dan Theodolite Tarik Perhatian Pengunjung
Pameran teleskop computerized dan theodolite menjadi salah satu bagian dari kegiatan di luar kompetisi dan syiar Al-Qur’an dalam MTQ Nasional XXXI. Pengunjung tidak hanya dapat melihat perangkat tersebut, tetapi juga mempelajari penggunaannya dalam astronomi dan ilmu falak.
Teleskop computerized merupakan perangkat yang dilengkapi sistem pengendalian terkomputerisasi. Sistem tersebut membantu mengarahkan teleskop ke objek langit. Perangkat ini dapat dimanfaatkan untuk mengamati benda langit, termasuk mendukung kegiatan rukyatulhilal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Adapun theodolite merupakan perangkat untuk mengukur sudut. Dalam ilmu falak, perangkat ini dapat digunakan untuk pengukuran arah kiblat dan kegiatan rukyatulhilal. Theodolite membantu pengukuran posisi dan arah secara lebih presisi dalam kegiatan yang berkaitan dengan ilmu falak.
Selain dua perangkat itu, pengunjung juga dapat mengenal berbagai media edukasi astronomi dan tata surya. Media tersebut digunakan untuk menjelaskan benda-benda langit, fenomena astronomi, rukyatulhilal, serta hubungan ilmu falak dengan pelaksanaan ibadah umat Islam.
Ilmu Falak Berkaitan dengan Pelaksanaan Ibadah
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan, ilmu falak memiliki keterkaitan dengan sejumlah aspek pelaksanaan ibadah umat Islam.
“Rukyatulhilal menjadi salah satu bentuk pengamatan langsung terhadap fenomena astronomis yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan ibadah umat Islam,” kata Arsad saat dihubungi pada Kamis (17/9/2026).
Menurut Arsad, pemahaman terhadap ilmu falak perlu terus diperkuat karena sejumlah kebutuhan keagamaan berkaitan dengan fenomena astronomi. Penentuan awal bulan Hijriah, misalnya, memerlukan ketelitian dalam proses hisab dan rukyat.
Ilmu falak juga memiliki peran dalam berbagai kebutuhan umat Islam, seperti penentuan waktu salat, arah kiblat, kalender Hijriah, dan rukyatulhilal. Karena itu, pengenalan perangkat astronomi dalam pameran tersebut mempertemukan edukasi keagamaan dengan sains.
Planetarium UIN Walisongo Perluas Edukasi Astronomi
Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang Muh. Arif Royyani mengatakan, keterlibatan Planetarium dalam pameran MTQ Nasional XXXI merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi astronomi dan ilmu falak kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan astronomi dan ilmu falak dengan cara yang lebih dekat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Momentum MTQ Nasional juga sangat strategis untuk menunjukkan bahwa Al-Qur’an, khazanah keislaman, dan perkembangan sains memiliki ruang dialog yang sangat luas,” ujar Arif.
Menurut Arif, edukasi astronomi akan lebih mudah dipahami apabila masyarakat tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mencoba perangkat yang digunakan dalam kegiatan observasi.
Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, lanjutnya, tidak hanya dikembangkan sebagai tempat pertunjukan langit. Lembaga tersebut juga dikembangkan sebagai pusat edukasi, observasi, penelitian, dan literasi sains-keislaman bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.
Pameran Jadi Media Edukasi Interaktif
Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa perangkat astronomi dapat digunakan sebagai media edukasi interaktif untuk mengenalkan ilmu falak kepada masyarakat. Melalui pameran di MTQ Nasional XXXI, teleskop computerized dan theodolite diperkenalkan sebagai perangkat yang mendukung pengamatan astronomi sekaligus berkaitan dengan berbagai kebutuhan keagamaan umat Islam.
Kolaborasi Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama dengan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo juga memperlihatkan ruang pertemuan astronomi, ilmu falak, khazanah keislaman, dan sains. (Aza/Mr)


















