Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Hukum

Kasus Dugaan Pemerkosaan Santriwati Sleman Naik Penyidikan, Ini Klarifikasi dari Ponpes Ash-Sholihah Mlati Sleman

Wawan by Wawan
2 months ago
in Hukum
Reading Time: 7 mins read
399 25
A A
0
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Sleman, Ini Kronologi dan Klarifikasi Pihak Pondok

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Sleman, Ini Kronologi dan Klarifikasi Pihak Pondok

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Kasus dugaan pemerkosaan santriwati Sleman telah ditingkatkan Polresta Sleman ke tahap penyidikan.
  • Polisi menyatakan NH masih berstatus sebagai terlapor dan penyidik terus melakukan langkah penyidikan.
  • Kuasa hukum korban menyebut dugaan peristiwa terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026.
  • Korban berinisial FN berusia 21 tahun dan saat ini tengah mengandung dengan perkiraan persalinan pada Oktober.
  • Keluarga korban meminta perkara diusut secara profesional serta korban mendapat perlindungan.
  • Pihak Ponpes Ash-Asholihah menyebut NH merupakan staf pengajar dan telah diberhentikan pada 6 Juli 2026.
  • Ponpes menyatakan tidak berkomentar mengenai dugaan pemaksaan karena hal tersebut merupakan ranah perbuatan NH.

Headline.co.id, Jakarta ~ Polresta Sleman meningkatkan penanganan kasus dugaan pemerkosaan santriwati Sleman yang dilaporkan keluarga korban ke tahap penyidikan. Korban berinisial FN, 21 tahun, merupakan alumni pondok pesantren di Kabupaten Sleman yang sedang menjalani masa pengabdian ketika dugaan kekerasan seksual terjadi. Polisi menyatakan terlapor berinisial NH masih berstatus sebagai terlapor, sementara penyidik melanjutkan langkah-langkah untuk mengungkap perkara tersebut. Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke Polresta Sleman pada 7 September 2026.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka
    • 1.2. Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM
  • 2. Polisi Naikkan Kasus ke Tahap Penyidikan
  • 3. Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Peristiwa Dua Kali
  • 4. Keluarga Meminta Perlindungan dan Pengusutan Profesional
  • 5. Ponpes Beri Klarifikasi dan Sebut Terlapor Sudah Diberhentikan

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan peningkatan status penanganan perkara tersebut. Polisi belum mengumumkan adanya perubahan status hukum terhadap terlapor maupun jumlah saksi yang telah diperiksa.

You might also like

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

6 November 2026

“Untuk perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dengan terlapor NH, statusnya saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (11/9).

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Argo menegaskan bahwa status NH sampai saat ini masih sebagai terlapor. “Statusnya (NH) masih terlapor,” katanya.

“Selanjutnya, penyidik masih terus melakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi Naikkan Kasus ke Tahap Penyidikan

Peningkatan perkara ke tahap penyidikan menjadi perkembangan terbaru setelah keluarga FN bersama tim kuasa hukum melaporkan dugaan kekerasan seksual tersebut. Dalam bahan yang disampaikan, terdapat perbedaan penulisan inisial terduga pelaku. Keterangan awal dari kuasa hukum korban menyebut inisial GN, sedangkan keterangan kepolisian dan klarifikasi pondok pesantren menggunakan inisial NH. Dalam perkembangan penyidikan, polisi menyebut terlapor sebagai NH.

Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra, menuturkan dugaan peristiwa terhadap kliennya terjadi dua kali, yakni pada Desember 2025 dan Januari 2026. Korban merupakan lulusan pondok pesantren tersebut yang menempuh pendidikan sejak jenjang SMP hingga SMA. Setelah lulus, ia disebut telah sekitar dua tahun menjalani pengabdian atau khidmah tanpa menerima gaji.

Menurut penuturan Gusti berdasarkan keterangan korban, peristiwa pertama bermula ketika korban diminta mendatangi ruangan terduga pelaku dengan alasan yang bersangkutan sakit dan membutuhkan bantuan. Kuasa hukum menyebut korban kemudian mengalami dugaan kekerasan seksual di lokasi tersebut.

Setelah kejadian itu, korban disebut mengalami ketakutan, kebingungan, tekanan batin, dan trauma. Kuasa hukum menyatakan korban juga diminta tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain karena khawatir keluarganya akan mengetahui kejadian itu.

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Peristiwa Dua Kali

Gusti menyebut dugaan peristiwa kemudian kembali terjadi pada Januari 2026. Kondisi korban diketahui setelah korban mengalami kehamilan. Menurut kuasa hukum, hari perkiraan lahir korban berada pada Oktober 2026.

Dalam proses pelaporan, Gusti menunjukkan salinan hasil ultrasonografi atau USG yang disebut telah diserahkan sebagai bukti tambahan kepada penyidik Polresta Sleman. Ia berpandangan keterangan korban dan hasil pemeriksaan kehamilan dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Dalam Undang-Undang TPKS, pengakuan korban itu sudah cukup untuk menjadi alat bukti untuk dilakukan investigasi atau penyidikan lebih lanjut. Apalagi dia bersumpah menjadi alat bukti tambahan. Dan USG ini, USG sudah jelas hasil uji klinis yang memang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Gusti di Mapolresta Sleman, Kamis (10/9).

Pernyataan tersebut merupakan pandangan kuasa hukum korban. Penilaian mengenai kekuatan dan kecukupan alat bukti menjadi bagian dari proses hukum yang saat ini masih berjalan di Polresta Sleman.

Keluarga Meminta Perlindungan dan Pengusutan Profesional

MM, kakak korban, mengatakan kondisi psikis adiknya mulai membaik setelah sebelumnya mengalami trauma. Menurut keluarga, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat laporan kepada kepolisian tidak langsung dilakukan setelah dugaan peristiwa terjadi.

MM yang tinggal di Ngawi mengaku menjadi salah satu anggota keluarga pertama yang mengetahui kehamilan FN. Ia kemudian menjemput korban setelah mendapat informasi bahwa adiknya berada di wilayah Geger, Magelang.

Menurut MM, adiknya sempat menghubunginya melalui WhatsApp dan menyampaikan adanya rencana untuk membawanya ke Lampung hingga proses persalinan selesai serta menyerahkan bayi untuk diadopsi. MM menolak rencana tersebut dan memutuskan menjemput adiknya.

“(Korban) mengabari saya bahwa lewat WA seperti ini, ‘Mas, kalau saya dibawa ke Lampung bagaimana, Mas? Nanti di sana lahirannya di sana, bayinya nanti setelah lahir diadopsi, terus nanti saya pulang-pulang bersih, Mas.’ Saya bilang, ‘Nggak boleh seperti itu,'” kata MM.

MM menyatakan informasi mengenai rencana itu disebut berasal dari usulan pihak pondok. Ia kemudian berangkat dari Ngawi untuk menjemput FN di Magelang. Keluarga bersama kuasa hukum kini meminta kepolisian mengusut perkara secara profesional dan memberikan perlindungan kepada korban.

Ponpes Beri Klarifikasi dan Sebut Terlapor Sudah Diberhentikan

Pondok Pesantren Ash-Asholihah di Jonggrangan, Mlati, Kabupaten Sleman, telah memberikan klarifikasi terkait perkara tersebut. Pihak pondok menyatakan NH bukan pengasuh pesantren, melainkan staf pengajar sekaligus menantu keluarga pondok.

Pihak pondok menyebut NH telah diberhentikan pada 6 Juli 2026 setelah yayasan melakukan investigasi internal. Menurut keterangan yang disampaikan Ahmad Khairul Anwar, putra pengasuh Ponpes Ash-Asholihah KH Muh Marom, hasil investigasi internal menyatakan NH melakukan perselingkuhan atau perbuatan zina.

“Pihak pondok tidak tinggal diam. Dengan terjadinya kejadian yang terulang kemudian di bulan Juli, pengurus yayasan setelah melakukan investigasi dan tanggal 6 Juli diputuskan memberhentikan pelaku sebagai pengurus pondok karena terbukti nyata melakukan perselingkuhan/perbuatan zina,” kata Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (11/9).

Pihak pondok menyampaikan versi bahwa FN merupakan alumni yang sedang menjalani masa pengabdian atau khidmah, bukan lagi berstatus santriwati aktif. Mereka juga menyatakan peristiwa terjadi di rumah yang ditempati NH bersama istrinya yang berada di area pondok.

Ponpes menyebut pernah melakukan mediasi pada Juli 2026 dan memfasilitasi pernikahan siri antara NH dan FN pada 7 Juli 2026. Pihak pondok juga membantah FN disembunyikan di Magelang dan menyatakan pemindahan dilakukan atas permintaan orang tua korban.

Namun, terkait unsur dugaan pemaksaan yang menjadi bagian dari laporan kepada kepolisian, pihak ponpes menyatakan tidak memberikan komentar karena hal tersebut merupakan ranah perbuatan NH. Dengan perkara yang telah masuk tahap penyidikan, kepastian mengenai dugaan tindak pidana, pihak yang bertanggung jawab, serta konstruksi hukumnya tetap menunggu proses penegakan hukum di Polresta Sleman.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Kekerasan SeksualPolresta SlemanPonpes Ash-AsholihahSantriwati SlemanSleman

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Wawan

Wawan

Related Stories

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

by Hendrawan
7 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Satreskrim Polresta Yogyakarta telah mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam saat kericuhan aksi unjuk rasa...

Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) meningkatkan penanganan hukum terhadap sejumlah dugaan tindak pidana yang terjadi dalam...

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Pelaku Ditangkap Polisi

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian Sektor (Polsek) Banguntapan, Polres Bantul, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor Honda Scoopy...

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Sebuah mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI diduga menjadi sasaran pelemparan oleh pengendara sepeda motor saat...

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

by Hendrawan
5 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban pelecehan seksual...

Razia Miras di Bantul, Polisi Temukan Puluhan Galon Fermentasi Nanas dan Alat Produksi

Polisi Temukan 20 Galon Fermentasi Nanas di Kasihan Bantul, Dugaan Produksi Miras Ilegal Diselidiki

by Hendrawan
3 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian menyelidiki dugaan aktivitas produksi minuman keras (miras) ilegal setelah menemukan 20 galon berisi cairan fermentasi nanas...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

Pemkab Bener Meriah dan IAIN Takengon Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM

4 June 2026
Pieter Huistra, Jalani Kompetisi Bertahap, Laga demi Laga

Pieter Huistra Fokus Laga demi Laga Bersama PSS Sleman

6 October 2026
Syarat Pendaftaran Merek

Mau daftar Merek? Ini Syarat, ketentuan hingga Kesalahan yang kamu wajib tau

25 April 2025

Update Perkembangan Kasus Positif Corona WNI di Luar Negeri Kamis 30 April 2020: Menjadi 215 Sembuh, 32 Meninggal

30 April 2020

JPPI Ungkap Program Makan Siang Gratis Diduga Bermotif Pencitraan Politik

7 August 2024
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara

5 July 2026
: Personel Polri saat apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya/ (Dok. Divhumas Polri)

Polri Siapkan Pengamanan Berlapis FIFA ASEAN Cup 2026

23 September 2026

Artikel Terbaru

Polisi Ungkap Nasib Pria Pembawa Senjata Tajam yang Viral saat Kericuhan Demo Jogja

Viral Pria Bawa Senjata Tajam saat Kericuhan di Malioboro, Polresta Yogyakarta Tetapkan Tersangka

7 November 2026
Dukung Perjuangan Persib Lawan Java United Lewat Nobar Biru

Nobar Biru PERSIB Digelar Jelang Lawan Java United

7 November 2026
Siaran Pers: Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi melalui “Nusantara Luxury Exchange”

Kemenpar Bidik Wisatawan Affluent Lewat Nusantara Luxury Exchange

7 November 2026
Gorontalo Siapkan Arah Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

Gorontalo Susun Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

7 November 2026
BGN Tidak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Biaya Operasional Dibatasi Rp3.000 per Penerima Manfaat

BGN Tak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Pagu Rp3.000

7 November 2026
PSS Siap Hadapi Bhayangkara FC

PSS Sleman Siap Hadapi Bhayangkara FC di Maguwoharjo

7 November 2026
Dua Remaja Kecelakaan N-Max di Jalan Padjajaran Sleman, Satu Korban Patah Kaki

N-Max Diduga Lawan Arus hingga Tabrak Pembatas Jalan di Sleman, Polisi Selidiki Potensi Tilang

7 November 2026

Popular Story

25.158 KK Telah Mendaftar Perlinsos di Koto Tangah, Warga Diimbau Segera Memanfaatkan Perpanjangan Waktu
Nasional

Pendaftaran Perlinsos Koto Tangah Capai 25.158 KK

by Aditya
2 November 2026
0

Headline.co.id, Padang ~ Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mencatat 25.158 kepala keluarga...

Read moreDetails

287.300 NIK Penerima Manfaat Zakat Masuk Simzat

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

Teknologi Digital Budidaya Kerapu Lamongan Hemat Pakan 20 Persen

Persib Menang di Australia, Menalo: Kami Kejutkan Mereka

Jaringan Telekomunikasi Jadi Kunci Percepatan AI di Indonesia

BKN Dorong Banggai Kepulauan Perkuat Layanan dan Potensi Ekonomi

Kebakaran TPA Degayu Ditangani dengan Alat Injeksi Khusus

KPK Perkuat APIP untuk Cegah Korupsi dari Perencanaan

Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Jadi Acuan Kemenhub

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.