Headline.co.id, Jakarta ~ Pada bulan Juni 2026, Provinsi Aceh mencatatkan peningkatan ekspor yang signifikan sebesar 61,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini berkontribusi pada surplus neraca perdagangan sebesar USD59,27 juta. Data ini menunjukkan bahwa sektor ekspor Aceh mengalami pertumbuhan yang positif, memberikan dampak yang baik bagi perekonomian daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Dr. Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor ini didorong oleh kenaikan permintaan terhadap komoditas unggulan Aceh, seperti kopi dan hasil perikanan. “Kopi Gayo dan produk perikanan menjadi penyumbang utama dalam peningkatan ekspor kita bulan ini,” ujar Iqbal dalam konferensi pers yang digelar di Banda Aceh.
Selain itu, Iqbal menambahkan bahwa pasar ekspor utama Aceh meliputi negara-negara di kawasan Asia dan Eropa. “Kami terus berupaya memperluas pasar ekspor dengan menjalin kerja sama baru dan meningkatkan kualitas produk,” tambahnya. Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan tren positif ekspor Aceh di masa mendatang.
Pemerintah Provinsi Aceh juga berkomitmen untuk mendukung peningkatan ekspor dengan berbagai kebijakan strategis. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung ekspor. “Kami berencana meningkatkan kapasitas pelabuhan dan memperbaiki akses transportasi untuk mempermudah distribusi produk ekspor,” kata Irwandi. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Aceh dapat terus meningkatkan daya saing di pasar internasional.




















