Headline.co.id, Sleman ~ Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung di Lapangan Monumen Pahlawan Pancasila, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (1/10/2026). Upacara yang diikuti sekitar 500 peserta lintas elemen itu dipimpin Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Seusai upacara, Yuniar mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memahami sejarah perjuangan bangsa dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Yuniar secara khusus menyapa barisan mahasiswa UGM yang menjadi bagian dari pasukan upacara. Ia meminta generasi muda meresapi nilai pengorbanan para pendahulu dalam mempertahankan ideologi negara serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hari Kesaktian Pancasila Bukan Sekadar Seremoni
Di hadapan para mahasiswa, Yuniar menegaskan bahwa peringatan bersejarah tersebut perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk memahami perjalanan bangsa secara utuh. Menurut dia, sejarah mencatat masa kelam sekaligus ketangguhan bangsa dalam mempertahankan Pancasila.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sejarah harus kita kenang dan pahami. Dari sana kita belajar tentang pengorbanan para pendahulu dalam mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI,” tegas Yuniar.
Ia juga menitipkan pesan agar mahasiswa mengejawantahkan nilai-nilai luhur kebangsaan melalui gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan itu disampaikan langsung di kawasan yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Yogyakarta. Lapangan Monumen Pahlawan Pancasila di Kentungan menjadi lokasi peringatan sekaligus ruang untuk mengingat pengorbanan tokoh-tokoh yang gugur dalam pusaran peristiwa 1965.
Monumen Kentungan dan Jejak Katamso-Sugiyono
Monumen Kentungan merupakan situs memorial tempat gugurnya dua Pahlawan Revolusi, yakni Brigjen TNI Anumerta Katamso dan Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono. Keberadaan situs tersebut membuat pesan tentang pentingnya memahami sejarah disampaikan dalam konteks yang dekat dengan jejak perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
Karena itu, rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Sleman tidak hanya menghadirkan prosesi upacara. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah bangsa dengan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Upacara berlangsung khidmat dan sarat makna kesejarahan. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari prajurit TNI, Polri, aparatur daerah, mahasiswa, hingga pelajar.
Ikrar Kesetiaan untuk Membentengi Republik
Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pembacaan ikrar kesetiaan turut menggema di lokasi upacara.
Ikrar itu memuat tekad seluruh peserta untuk terus membentengi Republik Indonesia dengan menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dan penegak keadilan bangsa. Pesan tersebut menyatukan berbagai elemen yang hadir dalam upacara, baik dari unsur TNI dan Polri maupun aparatur daerah, mahasiswa, serta pelajar.
Melalui keterlibatan lintas elemen dan kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari pasukan upacara, peringatan tersebut menempatkan generasi muda sebagai pihak penting dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan. Semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial kembali ditekankan sebagai bentuk pengamalan Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pahlawan Pancasila, Kentungan, menjadi pengingat atas sejarah pengorbanan Katamso dan Sugiyono sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk memahami serta menjaga ideologi negara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















