Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat tidak panik terhadap isu “superflu” yang beredar di tengah publik. Dalam konferensi pers Perkembangan Situasi dan Penanganan Influenza di Indonesia pada Senin (28/9/2026) di Jakarta, Kemenkes menegaskan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kemenkes.
Penjelasan itu disampaikan karena istilah “superflu” kerap dikaitkan dengan virus influenza A subtipe H3N2 subklad K (subclade K). Namun, berdasarkan hasil surveilans Kemenkes, influenza A H3N2 subklad K bukan subtipe yang mendominasi di Indonesia saat ini. Influenza A H1N1 justru menjadi subtipe yang dominan.
Influenza A H1N1 Dominan di Indonesia
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan penyebutan “superflu” tidak menggambarkan kondisi influenza yang dominan di Indonesia berdasarkan pemantauan pemerintah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jadi yang ada saat ini adalah dominan influenza A H1N1 dan bukan subtipe H3N2 subklad K,” tegas Andi dalam konferensi pers tersebut.
Data surveilans Kemenkes juga menunjukkan kasus influenza A H3N2 subklad K mengalami penurunan pada 2026. Sepanjang 2025, tercatat 166 kasus. Sementara itu, pada 2026 hanya ditemukan 22 kasus.
Andi menjelaskan, 22 kasus yang terdeteksi pada 2026 hanya tercatat sampai minggu ke-16. Setelah itu, Kemenkes tidak kembali menemukan kasus baru berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-38.
“Temuan 22 kasus subklad K pada 2026 tersebut hanya tercatat hingga minggu ke-16. Sejak minggu ke-17 hingga pemantauan minggu ke-38, Kemenkes tidak lagi menemukan kasus baru di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Sebaran Kasus Subklad K
Dari 22 kasus yang sempat terdeteksi pada 2026, sebanyak 13 kasus tercatat di DKI Jakarta dan tiga kasus berada di Jawa Tengah. Kasus lainnya tersebar di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Berdasarkan kelompok usia, kasus tersebut meliputi delapan anak berusia 0–4 tahun, delapan anak berusia 5–9 tahun, lima orang berusia 10–17 tahun, serta satu orang berusia 18–59 tahun.
Kemenkes mencatat rasio jenis kelamin pada kasus-kasus tersebut seimbang. Data itu menjadi bagian dari hasil pemantauan pemerintah terhadap perkembangan influenza di berbagai wilayah Indonesia.
Meski kasus influenza A H3N2 subklad K menurun dan tidak ditemukan kasus baru sejak minggu ke-17, Kemenkes menyebut terdapat tren peningkatan influenza musiman atau seasonal influenza. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang sekaligus waspada.
Imbauan Pencegahan Influenza
Kemenkes meminta masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mengantisipasi penularan influenza. Langkah yang disarankan lain mencuci tangan secara rutin menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.
Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin. Masker dianjurkan digunakan dengan benar ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, seperti terminal, pasar, dan transportasi publik.
Untuk mencegah penularan lebih lanjut, masyarakat dianjurkan melakukan vaksinasi influenza secara berkala satu kali setiap tahun. Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok rentan, yakni balita, lansia, ibu hamil, individu immunocompromised, dan penderita komorbid.
Kemenkes Pastikan Kesiapan Layanan
Kemenkes memastikan fasilitas kesehatan, pasokan obat, serta sistem surveilans di wilayah perbatasan dan pintu masuk negara telah disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan kasus influenza.
Pemerintah juga akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan influenza melalui konferensi pers dan kanal media sosial resmi pemerintah. Kemenkes meminta masyarakat tidak menjadikan informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber sebagai dasar untuk mengambil tindakan.
“Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah agar memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan influenza dan langkah pencegahannya,” imbau Kemenkes.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















