Headline.co.id, Medan ~ Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan dan perekat persatuan di tengah masyarakat. Ajakan itu disampaikan saat Kapolri memberikan kuliah umum dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara, pada 28 September 2026. Kapolri mendorong mahasiswa berkontribusi dalam pembangunan sesuai bidang keilmuan masing-masing sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga meminta mahasiswa menangkal hoaks serta provokasi yang berpotensi memicu perpecahan.
Kapolri: Mahasiswa Harus Berperan di Tengah Masyarakat
Dalam kuliah umum tersebut, Kapolri menyampaikan mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan positif. Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga perlu mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“Menjadi agen perubahan, menginisiasi dan mengajak masyarakat melakukan perubahan positif serta berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Kapolri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapolri mengatakan kontribusi mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang sesuai ilmu dan kemampuan yang dimiliki. Peran tersebut lain mendukung ketahanan pangan dan energi, mendorong transformasi digital, memberdayakan ekonomi, serta ikut melestarikan lingkungan.
Dengan peran itu, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sosial. Kapolri juga menempatkan mahasiswa sebagai kelompok yang dapat mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dan perubahan positif.
Mahasiswa Diminta Jaga Kamtibmas dan Persatuan
Selain mendorong kontribusi di bidang pembangunan, Kapolri mengingatkan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas serta perekat persatuan.
Peran sebagai perekat persatuan dapat dilakukan dengan menjaga kerukunan dan ikut menangkal hoaks serta provokasi. Pesan itu disampaikan seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat penggunaan ruang digital semakin tinggi.
Kapolri menilai tingginya penggunaan ruang digital perlu diikuti kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.
Karena itu, mahasiswa didorong membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, menghargai perbedaan, dan memperkuat kolaborasi. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk mendukung peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Pesan Kapolri untuk Menjauhi Narkoba dan Kekerasan
Kapolri juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu dilakukan mahasiswa dalam menjaga kehidupan sosial tetap aman dan tertib. Selain menjaga kerukunan serta menangkal hoaks dan provokasi, mahasiswa diminta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis.
“Menjaga kerukunan, menangkal hoaks dan provokasi, serta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis,” pesan Kapolri.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri kepada mahasiswa baru UMSU sebagai bagian dari kuliah umum dalam rangkaian PKKMB Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, mahasiswa diarahkan untuk menggunakan ilmu dan kemampuan yang dimiliki bagi perubahan positif, pembangunan, serta terciptanya keamanan dan persatuan di tengah masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















