Headline.co.id, Lumajang ~ Ancaman terhadap negara kini tidak hanya berupa perang konvensional, tetapi juga berkembang menjadi perang proksi dan perang siber. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai aspek ketahanan nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi tantangan global. Hal ini disampaikan oleh Kasdim 0821/Lumajang Mayor Infanteri Tanuri saat menjadi narasumber dalam kegiatan IGID Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Mayor Inf Tanuri menekankan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan agar masyarakat tetap memiliki daya tahan dalam berbagai situasi krisis. “Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penguatan ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan agar masyarakat tetap memiliki daya tahan dalam berbagai situasi krisis,” ujar Mayor Inf Tanuri. Menurutnya, negara yang tidak memiliki ketahanan pangan yang kuat akan menghadapi risiko besar ketika terjadi konflik yang mengganggu distribusi logistik dan perdagangan.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat dapat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar yang pada akhirnya berpotensi memicu instabilitas sosial. Oleh karena itu, penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dari strategi pertahanan negara yang berkelanjutan. Mayor Inf Tanuri juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari tugas membangun ketahanan wilayah. Sebagai institusi yang lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, TNI berupaya membantu menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.
Ia menambahkan bahwa kemiskinan dan pengangguran dapat menjadi celah yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan provokasi, menyebarkan ujaran kebencian, maupun memecah belah persatuan masyarakat. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk terus memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi yang kuat, serta masyarakat yang kritis terhadap informasi, Indonesia akan memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman di era digital.
“Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui persatuan, kesejahteraan, dan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi,” tegasnya. Mayor Inf Tanuri juga mengatakan ancaman hoaks dan disinformasi di era digital dinilai menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu persatuan dan ketahanan bangsa. “Masyarakat perlu memiliki kewaspadaan dan kesiapan yang matang dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman informasi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital,” katanya.


















