Highlight Berita Selisih 37 Poin, Veda Ega Pratama Masih Berpeluang Kejar Rookie Terbaik Moto3:
Headline.co.id, Jakarta ~ Veda Ega Pratama masih memiliki peluang mengejar predikat rookie terbaik Moto3 2026 meski tertinggal 37 poin dari pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte. Persaingan tersebut akan kembali berlanjut pada paruh kedua musim yang dimulai melalui Moto3 Inggris di Sirkuit Silverstone, 7–9 Agustus 2026. Peluang Veda tetap terbuka karena pembalap Honda Team Asia itu telah menunjukkan konsistensi dengan mengumpulkan 90 poin dan dua kali naik podium sepanjang paruh pertama musim.
Veda Ega Pratama saat ini menempati posisi kedua dalam klasemen pembalap pendatang baru Moto3 2026. Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut berada di bawah Brian Uriarte yang sejauh ini telah mencatatkan tiga podium, termasuk dua kemenangan.
Selisih 37 poin membuat Veda Ega Pratama harus menjaga konsistensi pada setiap seri tersisa. Hasil positif di Silverstone dapat menjadi langkah awal untuk memperkecil jarak sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan rookie terbaik.
Pencapaian Veda sepanjang musim debutnya terbilang kompetitif. Ia telah meraih dua podium pada GP Brasil dan GP Prancis, sebuah catatan penting bagi pembalap Indonesia yang baru menjalani musim pertama di Kejuaraan Dunia Moto3.
Veda juga berada di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 90 poin. Posisi itu menunjukkan bahwa persaingannya tidak hanya terbatas pada kategori rookie, tetapi juga dengan para pembalap yang telah lebih dahulu tampil di kelas tersebut.
Target Awal Veda Ega Pratama Lebih Sederhana
Sebelum musim dimulai, Veda mengaku tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Ia semula menilai kemampuan bersaing di posisi 10 besar sudah menjadi hasil positif pada tahun pertamanya di Moto3.
“Ya, paruh pertama musim ini, jujur, ekspektasi saya tidak tinggi banget di awal karena saya berpikir, bisa bersaing di sepuluh besar itu sudah bagus banget,” kata Veda.
Kepercayaan diri Veda mulai meningkat setelah mampu menyelesaikan seri pembuka di Thailand pada posisi kelima. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa dirinya dapat beradaptasi dengan tingkat persaingan di Moto3 dalam waktu relatif singkat.
Seiring berjalannya musim, Veda semakin sering terlibat dalam perebutan posisi di kelompok depan. Dua podium yang diraih menjadi bukti perkembangan performa sekaligus kemampuannya mengelola tekanan dalam balapan.
Meski demikian, Veda tetap menempatkan musim pertamanya sebagai proses pembelajaran. Ia berupaya meningkatkan pemahaman terhadap motor, karakter sirkuit, strategi balapan, dan pola persaingan para pembalap di kelas Moto3.
“Paruh pertama masih belajar karena tahun pertama saya di Moto3. Strateginya mencoba untuk konsisten dan banyak belajar,” ujar pembalap Honda Team Asia tersebut.
Brian Uriarte Masih Memimpin Persaingan Rookie
Brian Uriarte untuk sementara menjadi pembalap pendatang baru dengan hasil paling menonjol. Rider Red Bull KTM Ajo itu telah mengoleksi tiga podium dan dua kemenangan sepanjang paruh pertama Moto3 2026.
Catatan kemenangan tersebut membuat Uriarte memiliki keunggulan dalam persaingan rookie terbaik. Namun, selisih 37 poin dari Veda belum cukup untuk membuat persaingan berakhir karena masih terdapat sejumlah seri pada paruh kedua musim.
Veda membutuhkan hasil konsisten untuk menjaga tekanan terhadap Uriarte. Finis di kelompok depan dan kembali naik podium dapat memangkas selisih poin, terutama apabila pesaingnya gagal meraih hasil maksimal.
Posisi keenam klasemen sementara juga menjadi modal penting bagi Veda. Ia telah menunjukkan kemampuan mengumpulkan poin dalam berbagai situasi balapan, termasuk ketika harus memulai dari posisi yang kurang menguntungkan.
Pada Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring, misalnya, Veda memulai perlombaan dari grid ke-13. Ia kemudian memperbaiki posisi secara bertahap hingga finis di urutan kedelapan.
Hasil tersebut membuatnya memperoleh tambahan poin dan naik ke peringkat keenam klasemen sementara. Veda juga berhasil menyalip pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mengoleksi 86 poin.
“Finis di posisi kedelapan bukanlah hasil yang kami harapkan setelah melihat kecepatan yang kami tunjukkan pada hari Jumat, namun tetap penting untuk meraih poin dan terus belajar,” ujar Veda dalam rilis Honda Team Asia.
Konsistensi Jadi Kunci Mengejar Selisih 37 Poin
Persaingan rookie terbaik tidak hanya ditentukan oleh kemenangan atau podium, tetapi juga kemampuan mengamankan poin secara berkelanjutan. Karena itu, konsistensi akan menjadi faktor utama bagi Veda untuk mengejar selisih 37 poin.
Kesalahan kecil, gagal finis, atau kehilangan poin dalam satu seri dapat memengaruhi posisi klasemen. Sebaliknya, finis secara rutin di kelompok 10 besar akan menjaga peluang Veda hingga akhir musim.
Baca halaman selanjutnya untuk tantangan Veda Ega Pratama di Sirkuit Silverstone


















