Perkembangan rasa percaya diri bersama Honda Team Asia juga menjadi salah satu modalnya. Veda mengatakan dirinya semakin nyaman dengan motor yang digunakan setelah menjalani berbagai karakter lintasan pada paruh pertama musim.
“Saya senang dengan kemajuan yang kami capai bersama tim. Setiap akhir pekan saya merasa semakin percaya diri saat mengendarai motor,” katanya.
Jeda musim panas dimanfaatkan Veda untuk memulihkan kondisi fisik dan mempersiapkan diri menghadapi jadwal balapan berikutnya. Ia kembali ke Indonesia dan menjalani latihan, termasuk di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Persiapan tersebut diharapkan membantu Veda tampil lebih kuat ketika kompetisi kembali bergulir. Selain menghadapi Silverstone, ia juga akan bersiap untuk tampil di seri Indonesia yang dijadwalkan berlangsung di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.
“Saya akan memanfaatkan jeda musim panas ini untuk memulihkan diri, melakukan persiapan matang, dan kembali dengan performa yang lebih kuat di Silverstone,” ujar Veda.
Silverstone Jadi Awal Upaya Memangkas Jarak
Moto3 Inggris akan menjadi ujian pertama Veda dalam upaya memperkecil selisih dari Uriarte. Sirkuit Silverstone memiliki karakter lintasan cepat yang membutuhkan keberanian, ketepatan pengereman, dan kemampuan menjaga kecepatan di tikungan panjang.
Hasil pada seri tersebut akan berpengaruh terhadap arah persaingan rookie pada paruh kedua musim. Apabila Veda mampu finis di depan Uriarte, jarak 37 poin dapat mulai dipangkas.
Sebaliknya, Veda perlu menghindari kehilangan poin agar tidak tertinggal semakin jauh. Konsistensi sejak sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan utama akan menjadi bagian penting dalam strateginya.
Dukungan kepada Veda juga datang dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ia meminta pembalap muda tersebut tetap memiliki mental kompetitif dan tidak cepat puas dengan pencapaiannya.
“Harus punya mental petarung. Jangan cepat puas, terus berlatih, dan tetap rendah hati,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda Raffi Ahmad turut memberikan apresiasi terhadap kiprah Veda sebagai pembalap Indonesia di kejuaraan dunia.
“Kami bangga punya local heroes seperti Veda dan Mario. Mereka bisa mengharumkan nama bangsa dan memberi inspirasi,” kata Raffi Ahmad.
Dengan dua podium, 90 poin, dan posisi keenam klasemen sementara, Veda Ega Pratama mempunyai dasar kuat untuk melanjutkan persaingan. Selisih 37 poin dari Brian Uriarte masih dapat dikejar apabila ia mampu menjaga konsistensi dan kembali bersaing di barisan depan pada paruh kedua Moto3 2026.



















